Kategori: Magelang

BPBD Magelang Siapkan Stok Air Antisipasi Kekeringan


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, MAGELANG -- Masyarakat Kabupaten magelang yang tinggal di daerah kekeringan tidak perlu khawatir menghadapi musim kemarau. Mengutip beritamagelang.id, Senin (10/3/2021), BPBD Kabupaten Magelang memiliki stok air yang melimpah untuk didroping kepada wilayah yang membutuhkan.

"Kapan saja kami siap droping air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Magelang, Supranowo.

Wilayah yang membutuhkan air bersih hanya cukup menyediakan tandon atau tempat yang mampu menampung air bersih sebanyak 5.000 liter. Tandon juga harus dibersihkan lebih dahulu. "Jangan sampai saat diisi air justru menjadi kotor," pesannya.

Baca Juga : Sop Senerek, Kearifan Lokal Magelang Warisan Kolonial

Penyediaan tandon air sangat penting, sehingga saat BPBD datang ke lokasi tidak sia-sia.  "Kalau hanya 1.000 liter ya cukup menyulitkan petugas, karena pulangnya melalui jalan menurun bisa montang manting. Selain itu jangan diecer, karena kasihan petugasnya juga memakan waktu," ujarnya.

Dikatakan, stok air bersih tahun 2020 tidak terserap seluruhnya. Karena permintaan menurun cukup signifikan mencapai 50%. Hal itu disebabkan jangka waktu musim kemarau yang pendek.  "Tapi justru Alhamdulillah karena itu artinya masyarakat tidak terlalu kekurangan air bersih," ucapnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau akan terjadi pada Juni. Di bulan Mei ini masih sering turun hujan. Di wilayah Kabupaten Magelang, tidak semua daerah mengalami kekeringan.

Baca Juga : Pemkab Magelang Putuskan Semua Objek Wisata Tutup saat Lebaran

Namun hanya wilayah-wilayah tertentu saja yang jadi langganan,  terutama di lereng pegunungan Menoreh, seperti Borobudur dan Salaman. Di dua kecamatan inipun hanya di desa-desa tertentu, seperti Kenalan, Giripurno dan Wringinputih Borobudur.

Sedangkan di Kecamatan Salaman kekeringan berada di desa Margoyoso.  "Untuk Margoyoso saat ini sudah mulai bisa diatasi dengan berbagai teknologi," terangnya.

Sedangkan di wilayah Borobudur seperti Kenalan dan Giripurno masih terus mengalami kekeringan disebabkan faktor alam. Berbagai upaya teknologi sudah dilakukan, baik oleh DPU dan juga pihak provinsi. "Namun karena faktor alam seperti kontur tanah yang memang tidak bisa," kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Alvari Kunto Prabowo