Kategori: Jatim

BPBD Madiun Ratakan Tebing di Lereng Wilis yang Nyaris Longsor


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN-- BPBD Kabupaten Madiun meratakan tanah tebing yang nyaris longsor di Dusun Dawuhan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Kamis (17/12/2020). Tanah tebing yang telah retak itu diratakan supaya tidak terjadi bencana saat hujan deras mengguyur.

Kepala BPBD Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, mengatakan ini merupakan salah satu upaya dari BPBD Madiun untuk melakukan mitigasi struktural untuk mengurangi dampak bencana alam di desa tersebut. Kondisi tebing di lokasi tersebut memang sudah membahayakan.

Padahal ada sekitar 100 keluarga yang tinggal di bawah tebing tersebut. “Di bawah tebing itu ada permukiman warga. Ada tiga RT. Tapi yang terdampak langsung hanya dua RT,” kata dia kepada Madiunpos.com.

Rowi menuturkan setelah hujan deras mengguyur desa itu beberapa hari lalu, muncul retakan tanah di tebing tersebut. Masyarakat dusun tersebut pun sempat mengungsi karena takut terjadi longsor.

Menggunakan Drone

Pihaknya kemudian melakukan pengamatan kondisi di kawasan lereng Gunung Wilis dengan menggunakan drone. Dari pengamatan drone, memang ada retakan di tebing tersebut dengan panjang sekitar 100 meter. Sedangkan jarak retakan dengan bibir tebing sekitar tiga meter.

“Itu sudah sangat membahayakan. Itu kalau ada air hujan deras dan airnya masuk ke retakan bisa langsung longsor,” ujarnya.

Tidak hanya tanah tebing yang membahayakan, tetapi batu-batu berukuran besar di tebing tersebut juga sangat membahayakan. Dia menyebut batu besar yang ada di tebing itu sangat banyak.

“Yang membahayakan justru batu-batu besar ini. Kalau longsor, batu-batu besar ini bisa ikut turun ke bawah dan merubuhi rumah yang ada di bawahnya,” jelasnya.

Share