Tutup Iklan
BPBD Karanganyar Sebut Talut Longsor di Kemuning karena Human Eror

Solopos.com, KARANGANYAR--BPBD Kabupaten Karanganyar menyebut kejadian tanah longsor di lokasi pembangunan talut di Ngetrep, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, sebagai kelalaian atau human eror.

Tanah di lokasi pembangunan talut longsor pada Kamis (30/7/2020) pukul 10.30 WIB. Lima orang pekerja yang tengah membuat pondasi cakar ayam terkena tanah longsor. Dua orang di antara berhasil menghindari tanah longsor. Tetapi, tiga orang pekerja tertimbun. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berupaya menyelamatkan korban yang tertimbun tanah.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia. Dua orang mendapat perawatan di RSUD Karanganyar, dan dua orang sempat mendapat perawatan di Puskesmas Ngargoyoso. Dua orang yang dirawat di puskesmas itu sudah diizinkan pulang.

Bangun Fondasi Cakar Ayam, 5 Pekerja di Kemuning Karanganyar Tertimbun Tanah Longsor

Warga yang meninggal, Suwarno, 36. Tubuhnya ditemukan tertimbun tanah dalam kondisi telungkup, mengalami patah tulang kaki kanan, dan lebam pada bagian dada. Jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan pada hari yang sama pukul 16.00 WIB.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, dua orang yang dirawat di RSUD Karanganyar, yaitu Sudarno, 48, mengalami patah tulang kaki kiri sedangkan Ngadiman, 50, mengalami nyeri dan memar pada bagian paha kanan. Dua orang yang telah diizinkan pulang dari puskesmas adalah Sugimin, 49, dan Pono, 46. Mereka mengalami luka-luka.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, menyebut kejadian itu sebagai bentuk human eror atau kelalaian. Tebing setinggi 4,5 meter itu longsor. Ketebalan tanah longsor yang menimbun korban sekitar 30 sentimeter (cm).

Stasiun Solo Balapan Mulai Buka Layanan Rapid Test Rp85.000

"Kejadian bukan karena longsor yang disebabkan alam. Dominan karena kelalain, human eror saat pembangunan talut. Itu milik Wiro Ngadimin. Pembangunan dinilai tidak sesuai standar, tidak memerhatikan kemiringan. Saat menggali lubang fondasi, tanah yang di atas atau tebing longsor menimbun lima pekerja yang sedang bekerja di bawah," jelas dia.

 

Pabrik Plastik

Sundoro menjelaskan proses evakuasi secara manual atau tidak menggunakan alat berat. Proses evakuasi rampung pukul 11.30 WIB.

"Kehati-hatian saat evakuasi. Maka dari itu tidak menggunakan alat berat. Warga dan sukarelawan membantu makanya prosesnya cepat. Tidak sampai sepuluh menit berhasil diangkat. Yang selamat itu langsung diberi pertolongan pertama. Satu korban meninggal itu kondisinya telungkup, patah tulang kaki, dan lebam bagian dada. Menurut keterangan saksi tadi diduga terbentur batu."

Asyik, Museum Kereta Api Ambarawa Kembali Dibuka

Informasi yang dihimpun Solopos.com, bangunan di lokasi kejadian itu digunakan sebagai pabrik plastik. Menurut Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, pemilik pabrik, Wiro Ngadimin, membangun talut dan bangunan penunjang lain sejak beberapa hari lalu. Panjang bangunan yang sedang dikerjakan sekitar 100 meter. Nahas, pekerjaan menelan korban jiwa saat mereka sedang membangun talut di dekat dapur.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho