Tutup Iklan
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana. (Twitter-Sarwa Pramana)

Solopos.com, SEMARANG — Masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana alam tanah longsor di Jawa Tengah diimbau menggiatkan kegiatan ronda malam sebagai upaya mengurangi risiko bencana.

"Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor untuk selalu siap siaga menghadapi bencana, salah satunya dengan menggiatkan kembali kegiatan ronda malam untuk meminimalkan jumlah korban," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/1/2019).

Dengan menggiatkan ronda malam di setiap RT yang berada di daerah rawan longsor, ia berharap masyarakat bisa mengetahui dan mendeteksi terjadinya tanah longsor sedini mungkin. Diingatkannya, bencana alam tanah longsor kerap terjadi pada malam hari sehingga menimbulkan korban jiwa cukup banyak.

"Pada saat terjadi bencana tanah longsor malam, itu yang paling fatal. Saya khawatir pada tidur nyenyak tidak ada yang jaga ronda," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, ronda yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal itu perlu digiatkan lagi. "Saya yakin pada saat terjadi longsor besar didahului dengan suara gemuruh sehingga secara cepat masyarakat dipanggil melalui kentongan itu," katanya.

Menurut Sarwa, daerah di Jateng yang rawan bencana tanah longsor antara lain, Kabupaten Wonosobo, Purworejo, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Pemalang, Kudus, Karanganyar, dan Brebes. Selain mengimbau masyarakat menggiatkan kegiatan ronda malam, BPBD Jateng bersama pihak terkait juga telah memasang puluhan alat peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana dan jumlah korbannya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten