BPBD Jamin Makanan 200 Pengungsi Korban Longsor Ponorogo
Rumah warga Desa Banaran Ponorogo tertimbun longsor, Sabtu (1/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Solopos)

Sebanyak 200 warga Ponorogo mengungsi akibat longsor.

Solopos.com, PONOROGO -- Sebanyak 200 warga Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, diungsikan ke sejumlah titik pengungsian yang ada di desa setempat. Ini untuk menghindari bencana alam tanah longsor susulan yang ada di desa tersebut.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi, Sabtu (1/4/2017) pukul 17.00 WIB. Sejumlah posko pengungsian telah disiapkan untuk korban bencana alam itu. BPBD Ponorogo juga telah menyediakan dapur umum di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Ponorogo, Sumani, menuturkan ada 200 orang dari Dukuh Tangkil dan Dukuh Krajan yang diungsikan ke sejumlah titik pengungsian.

Dia memastikan semua kebutuhan korban bencana selama di pengungsian aman dan tercukupi. "Makanan dan logistik untuk korban akan dipenuhi oleh BPBD. Jangan sampai korban bencana mengeluh karena kekurangan makanan," jelas dia kepada Madiunpos.com di lokasi.

Sumani menyampaikan pihak BPBD juga menyiapkan relawan motivator untuk memberikan semangat kepada anak-anak korban bencana.

Dokter di posko pengungsian, Endah Purwati, mengatakan untuk stok obat-obatan yang tersedia di posko pengungsian sudah cukup. Dia menyampaikan selain obat-obatan, petugas juga menyiapkan infus.

"Kami membawa obat-obatan untuk flu, demam, dan obat penyakit ringan lainnya," kata dia.

Endah menuturkan dalam kondisi seperti ini biasanya penyakit yang kerap menimpa yaitu flu dan demam. Untuk petugas yang disiapkan yaitu ada tujuh orang dari Puskesmas Pulung.

"Tapi ini ada sejumlah dokter dari berbagai Puskesmas yang juga membantu kita," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom