BP Jamsostek Cabang Surakarta Bayar Klaim JHT 22.310 Peserta

Sebanyak 22.310 orang telah melakukan pencairan klaim JHT pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Kantor Cabang Surakarta.

 Momentum peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) dimanfaatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk mempererat hubungan dengan seluruh peserta. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Momentum peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) dimanfaatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk mempererat hubungan dengan seluruh peserta. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 22.310 orang telah melakukan pencairan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) Kantor Cabang Surakarta pada peiode Januari – (13) September 2021.

Angka klaim ini terbilang tinggi mengingat banyaknya pekerja pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Surakarta, Hasan Fahmi, mengatakan pihaknya telah membayarkan klaim program JHT sebanyak 22.310 orang dengan nilai manfaat sebesar Rp227,18 miliar. Klaim yang sudah dicairkan ini untuk periode Januari – September 2021.

“Pandemi masih berlangsung membuat angka klaim JHT semakin banyak karena gelombang PHK. Ini jika dibandingkan dengan 2020 lalu, jadi semakin naik angkanya,” kata dia kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Kandungan Emas Blok Wabu Tembus Rp300 Triliun, Grasberg Freeport Kalah

BP Jamsostek Cabang Surakarta mencatat pada tahun lalu membayarkan klaim kepada 27.987 peserta program JHT. Dari jumlah klaim sebanyak itu dengan nilai manfaat mencapai Rp322,897 miliar.

Di sisi lain, pihaknya juga telah membayarkan Jaminan kematian (JKM) pada 905 kasus dengan nominal klaim Rp40,7 miliar. Angka klaim JKM ini juga melejit jika dibandingkan tahun lalu, yakni 451 kasus dengan nilai Rp18,427 miliar. Klaim JKM tersebut yang dibayarkan sepanjang 2020.

Sedangkan klaim program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang telah dicairkan senilai Rp15,32 miliar dengan sebanyak 1.986 kasus. Sementara klaim program Jaminan Pensiun (JP) yang sudah dibayarkan sebanyak 1.138 kasus dengan nilai manfaat mencapai Rp6,6 miliar.

“Terkait kepesertaan [BP Jamsostek] boleh dibilang stagnan atau tidak tumbuh. Hal ini lantaran kondisi sekarang ini tidak banyak peluang kerja yang terbuka. Jadi, perusahaan hanya membayar kepesertaan yang saat ini masih bekerja,” papar dia.

Baca Juga: The Sunan Hotel Solo Raih Penghargaan Tourism & Creative Award 2021

Mendongkrak Kepesertaan BP Jamsostek

Kepesertaan BP Jamsostek Cabang Surakarta hingga saat ini sebanyak 284.000 untuk tenaga kerja aktif sektor formal dan 25.720 peserta tenaga kerja sektor nonformal. Sementara untuk program jasa konstruksi di angka 50.912 peserta.

Di samping itu, pihaknya terus melakukan upaya untuk mendongkrak kepesertaan BP Jamsostek dengan berkomunikasi banyak komunitas. Sebagai contoh, pihaknya menjalin komunikasi intens dengan Grab, UMKM, guru, hingga pekerja di masing-masing lembaga atau dinas.

Selain itu, pihaknya juga secara intens berkomunikasi dengan perusahaan yang sudah mendaftar. Dalam hal ini, BP Jamsostek terus mengedukasi tentang manfaat kepesertaan sehingga agar mereka tertib membayar iuran. Selain itu, ia juga mengingatkan perusahaan untuk mendaftarkan pekerja yang baru.

Baca Juga: Potensi Ekspor Produk Halal Besar, Kendala Mengadang Masih Banyak

“Kalau yang menunggak tidak banyak [bayar iuran]. Kalau menunggak risiko ke perusahaan sendiri, karena tetap harus membayar. Kalau tertib jadi kewajiban kami. Jika mereka tetap seperti itu kami lakukan sesuai prosedur, kami surati lalu datangi dan dipanggil,” jelas dia.

Pihaknya berharap 4 program yang dimiliki BP Jamsostek, yakni untuk melindungi pekerja dari risiko-risiko sosial yang mungkin terjadi seperti program JKK, JKM, JHT, dan JP, dengan menyasar tenaga kerja baik yang bekerja secara formal maupun tenaga kerja informal.

Dalam hal ini, pemberi kerja wajib mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya dalam jaminan sosial ketenagakerjaan dan tertib membayar iuran sehingga perlindungan BP Jamsostek bisa dirasakan oleh seluruh pekerja secara maksimal.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Tegas! Jokowi Beri Waktu 2 Tahun Bagi BUMN untuk Berubah

Selain membangun nilai, Presiden Jokowi juga meminta agar para direksi BUMN memiliki kepercayaan diri dalam berusaha.

Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Kebijakan

Surplus perdagangan yang terus terjaga terutama disebabkan karena kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yang terus meningkat.

Hotel di Mandalika Full Booked di Tanggal Event Superbike dan MotoGP

Harga hotel di sekitar Sirkuit Mandalika pun naik dua kali lipat untuk pemesanan di tanggal perhelatan Superbike dan MotoGP.

OJK Terima 19.711 Aduan Soal Pinjol Ilegal, Ada Teror hingga Pelecehan

Sebanyak 52,97 persen (10.411 aduan) di antaranya masuk dalam kategori pelanggaran ringan/sedang, sementara 47,03 persen (9.270) aduan lainnya pelanggaran berat.

3.516 Aplikasi Telah Diblokir, Ini Cara Mengecek Legalitas Pinjol

OJK telah memiliki nota kesepahaman dengan Kepolisian, Kemkominfo, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Bank Indonesia untuk berkolaborasi dalam pemberantasan pinjol ilegal.

Ada Klub Sepak Bola Liga 1 Papan Atas Mau IPO Hlo, Siapa Ya?

PT Satu Global Investama (SGI) tengah merampungkan persiapan calon emiten baru, salah satu klub sepak bola liga 1 ternama di Indonesia untuk dapat melantai di bursa saham.

Lovetober, Cara Hemat Nikmati Ayam Panggang Khas Solo

Ayam panggang khas Solo I Am In Love memberikan promo khusus selama Oktober melalui Lovetober untuk para penggemar ayam panggang.

Simas Covid-19 dan Gamipro, Inovasi Terbaru Asuransi Sinar Mas

PT Asuransi Sinar Mas meluncurkan Simas Covid-19, asuransi yang menyediakan perlindungan khusus biaya perawatan Covid-19.

Produksi Padi Tahun Ini Naik Tipis, 3 Provinsi Paling Potensial

Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada Maret, yaitu sebesar 9,67 juta ton GKG, sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 2,08 juta ton GKG.

Utang Tersembunyi Indonesia dari China Rp488 T? Ini Tanggapan Kemenkeu

Lembaga riset Amerika Serikat (AS) AidData mengungkap Indonesia menumpuk utang dari China hingga total senilai USD34,38 miliar, atau setara Rp488,9 triliun.

Wow, Neraca Perdagangan RI Surplus 17 Bulan Beruntun!

Komoditas nonmigas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

Presiden Apresiasi Transformasi BUMN, Begini Respons Erick Thohir

Transformasi yang dijalankan Kementerian BUMN agar perusahaan-perusahaan BUMN makin profesional, transparan, dan akuntabel mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

Milenial dan Gen Z Paling Banyak Memanfaatkan Subsidi Rumah

Milenial menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Beroperasi Agustus 2022, LRT Jabodebek Melaju Tanpa Masinis

Sebelum beroperasi, LRT Jabodebek kereta tanpa masinis terlebih dahulu harus menjalani pengujian di lapangan.

Listrik PLN Dongkrak Produktivitas Kebun Melon Hidroponik Petani Blora

Peresmian penyambungan listrik daya 5.500 VA yang mensuplai kebutuhan listrik kebun melon dengan sistem hidroponik tersebut diselenggarakan Rabu (13/10/2021).

Aplikasi PLN Mobile Punya Banyak Fitur Baru, Bisa Beli Token Rp5.000

Kali ini PLN menghadirkan Major Launch atau Grand Launching PLN Mobile, dengan sejumlah fitur canggih baru untuk kemudahan layanan bagi pelanggan.