Tutup Iklan
Boyolali Tambah Lagi 13 Kasus Baru Covid-19, Ini Persebarannya
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jumlah kasus positif Covid-19 di Boyolali tambah lagi sebanyak 13 kasus baru pada Senin (13/7/2020). Dengan tambahan ini, total jumlah kasus positif corona di kabupaten pimpinan Seno Samodro itu menjadi 87 orang.

Sebanyak 13 tambahan kasus baru pada Senin tersebar di sejumlah kecamatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali awalnya menyampaikan ada enam tambahan kasus positif Covid-19 pada Senin pagi.

Enam kasus itu, pertama kasus 075 dengan inisial DP dari Desa/Kecamatan Sambi. Pasien tersebut terdeteksi positif sesuai dengan hasil laboratorium yang diterima dari Rumah Sakit UNS pada 11 Juli.

Sebaran 1.282 Kasus Baru Covid-19 Indonesia 13 Juli: Jateng Tambah 100 Pasien Positif

Kasus baru positif Covid-19 nomor 075 Boyolali ini berdasarkan data KTP masih beralamat di Kabupaten Sukoharjo. Namun sejak enam bulan lalu berdomisili di Boyolali. Sampai saat ini sudah terdeteksi kontak eratnya ada tujuh orang.

"Dari Puskesmas setempat masih terus melaksanakan pengembangan pelacakan kontak. Diharapkan tidak ada lagi penambahan kontak erat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, kepada wartawan, Senin.

Tes Swab Kontak

Kasus baru kedua atau nomor 076, inisial DK dari Desa Kragilan, Mojosongo. Saat ini sudah dilakukan pelacakan kontak erat dan ditemukan 12 kontak erat yang sudah diagendakan untuk tes swab.

Meledak! Sehari Pasien Positif Covid-19 Kota Solo Bertambah 18 Orang

Kemudian untuk kasus baru Covid-19 Boyolali nomor 077 berinisial MN dan kasus 078 inisial MA. Keduanya dari Desa Kayen, Juwangi. Keduanya merupakan kontak erat pasien nomor 067 berinisial inisial SU. Saat ini sudah dideteksi ada 13 kontak erat pasien dan segera dites swab. "Dari tiga pasien ini bisa kami sebut sebagai klaster Manado, sebab pasien 067 sebelumnya ada riwayat perjalanan ke Manado."

Kemudian untuk kasus 079 berinisial AK juga dari Desa Kayen, Juwangi. Sekitar sepekan lalu yang bersangkutan merasa demam dan muntah, kemudian dibawa ke Puskesmas Juwangi. Selanjutnya pasien dibawa ke rumah sakit di Purwodadi.

Setelah dilakukan tes swab hasilnya positif Covid-19. Pasien tersebut masih memiliki kaitan dengan klaster Demak. Untuk pasien 080 adalah SL, dari Desa Giriroto, Ngemplak.

Pasien Covid-19 Sukoharjo Yang Meninggal Ternyata Pedagang Pasar Harjodaksino, DKK Solo Siapkan Tracing Masif

Menurut Ratih, awalnya kasus baru positif Covid-19 Boyolali nomor 080 tersebut berencana operasi sendi lutut di Rumah Sakit Orthopedi Solo. Namun sebelum operasi disyaratkan melakukan pemeriksaan Covid-19 dan hasilnya positif.

Kontak erat yang terdeteksi dari kasus tersebut sementara ada 15 orang. Sedangkan pada Senin siang, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali kembali menyampaikan ada tujuh tambahan kasus baru.

Kasus tersebut adalah kasus 081 dengan inisial SG, dari Desa Kedunglengkong, Simo. Pasien tersebut awalnya menjalani rapid test mandiri dengan hasil reaktif, kemudian hasil pemeriksaan swab positif Covid-19. Saat ini sedang dilakukan pelacakan kontak erat pasien.

Mulai Minggu Malam, Alkid Solo Steril Dari Kerumunan, Semua Pintu Ditutup!

Kasus baru positif Covid-19 Boyolali selanjutnya atau nomor 082 berinisial PJ dari Desa Bakalan, Gladagsari. Kasus 083 inisial AZ dari Desa Catur, Sambi. Kasus ini kontak erat pasien 065 berinisial NR. Saat ini akan ditindaklanjuti dengan tracing kontak.

Sakit Demam

Kemudian untuk kasus 084 berinisial SS dari Desa Pilangrejo, Juwangi. Kasus 085 ber inisial RH dari Desa/Kecamatan Teras. Kasus 086, CS, dari Desa Karanggeneng, Boyolali. Pasien ini awalnya sakit demam, kemudian periksa di RSUD Pandan Arang.

Kemudian dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya positif. Saat ini pasien sudah dirawat di ruang Brotowali rumah sakit tersebut. Sesuai KTP, pasien ini berasal dari Semarang.

Tambah 18 Kasus Positif Covid-19 Dalam Sehari, Solo Kembali Ke Zona Merah?

Terakhir ada kasus 087, yakni ZN, yang masih berusia empat bulan, dari Desa Karangduren, Kecamatan Sawit. Pasien dirawat di Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo.

Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali masih melakukan pelacakan untuk kontak erat dan sumber penularan dari pasien-pasien tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho