Boyolali Siaga Darurat Kekeringan, Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan
Delapan truk tangki diberangkatkan memuju Kecamatan Juwangi untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih di Desa Sambeng, Selasa (11/8/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menetapkan status siaga darurat kekeringan. Bantuan air bersih ke sejumlah daerah terdampak pun mulai disalurkan, Selasa (11/8/2020).

Pada Selasa pagi telah dilakukan Apel Pencananganan Siaga Darurat Kekeringan Kabupaten Boyolali 2020, di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Apel dihadiri Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat. "Hari ini telah dilakukan apel kesiapsiagaan menghadapi kekeringan di Kabupaten Boyolali. Kami juga melaksanakan tugas dengan turun langsung ke lapangan. Untuk tujuan pertama hari ini Kecamatan Juwangi, khususnya Desa Sambeng," kata Said kepada wartawan di halaman Kantor BPBD Boyolali, Selasa.

Tukang Cukur di Kartasura Sukoharjo Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Ceritanya

Seusai melaksanakan apel siaga darurat kekeringan, Said lalu memberangkatkan delapan truk tangki air menuju Desa Sambeng, Juwangi, Boyolali.

"Ini wujud kesiapsiagaan Boyolali membantu masyarakat menghadapi musim kemarau. Kami berterima kasih kepada BPBD, dengan kecepatan dan kebersamaan melaksanakan tugas bersama PMI, DPUPR, PDAM, dan yang lain. Semua hadir untuk mesyarakat Boyolali menghadapi kekeringan," lanjut dia.

Selain Juwangi, Said menyebutkan total ada enam kecamatan lain yang menjadi fokus perhatian pada masa siaga darurat kekeringan di Boyolali.

5 Jam Yang Mencekam! Saksi Mata Kisahkan Peristiwa Kericuhan di Mertodranan Solo

Mereka yakni Wonosegoro, Wonosamodro, Tamansari, Musuk, Kemusu, dan Selo. "Namun kecamatan lain juga tetap diperhatikan. Kami membuka akses komunikasi, yang membutuhkan segera komunikasi ke BPBD," terang dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, mengatakan pada 2019 telah disalurkan sebanyak 1.410 tangki air bersih.

Bantuan Kalangan Perusahaan

Jumlah itu terdiri dari 600 tangki yang bersumber dari APBD dan 810 tangki dari CSR dan bantuan masyarakat.

Bos Ternak Semut Rangrang Sragen Dicokok Polisi, Mitra Bingung Uang Puluhan Juta Belum Kembali

Selama masa darurat kekeringan di Boyolali tahun ini diharapkan juga ada dari kalangan perusahaan maupun masyarakat yang ingin membantu penyediaan air bersih tersebut.

"Kepada BUMN, BUMD, maupun perusahaan [swasta] yang akan membantu, nanti akan kami terima dan disalurkan ke masyarakat," terang dia.

Sedangkan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa mengajukan melalui camat atau kepala desa yang diketahui camat setempat lalu diajukan ke BPBD Boyolali.

2 Tersangka Tindak Kekerasan di Mertodranan Solo Tertangkap, Polisi Minta Pelaku Lain Serahkan Diri!

Untuk masa siaga darurat kekeringan Boyolali, dia menyebutkan pada 2019 lalu ditetapkan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober dan diperpanjang sampai November.

"Tahun lalu kemaraunya cukup panjang. Tapi menurut BMKG, tahun ini kemaraunya kemarau basah, kami tetapkan [siaga darurat kekeringan] mulai 1 Agustus sampai 31 Oktober. Nanti akan kami tinjau lagi," kata dia.

Untuk jumlah air yang disiapkan, selain dari BPBD Boyolali sebanyak 400 tangki, juga ada dari PMI 100 tangki dan Bagian Kesra Setda Boyolali sebanyak 200 tangki.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom