Boyolali Hari Ini: 26 Mei 2015, Dirazia! Anak Punk Pamer Tato Doraemon

Tujuh tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2015, Polres Boyolali menangkap enam anak punk lewat operasi cipta kondisi di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota.

 Ilustrasi anak punk. (Reuters)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak punk. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI — Tujuh tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2015, Polres Boyolali menangkap enam anak punk di Boyolali lewat operasi cipta kondisi di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota.

Uniknya, anak punk di Boyolali yang terjaring razia itu bukannya sedih karena tertangkap. Mereka malah pamer tato Doraemon. Wajah mereka hanya cengar-cengir saat sejumlah awak media membidikkan kamera ke arah mereka.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Bahkan, mereka seolah bangga saat ada wartawan yang memfoto. Padahal kondisi mereka saat itu bertelanjang dada dan badan penuh tato. “Kene aku difoto [Sini, saya difoto],” celetuk salah satu anak punk kepada wartawan.

Enam anak punk dan satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tertangkap operasi cipta kondisi yang diselenggarakan Polres Boyolali di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota pada Selasa (26/5/2015).

Salah satu anak punk, PN alias Gembel, 20, mengaku sudah lama menggelandang di jalanan. “Saya ingin menemukan jati diri saya di jalanan,” kata Gembel yang mengaku saat itu tak lulus SMP.

Baca Juga : Mabuk Ciu Dioplos Mextril, Anak Punk di Palur Ditangkap Satpol PP & Disuruh Salat

Sejak kelas II SMP, warga Kecamatan Ampel itu pilih hidup di jalanan dan tak mau melanjutkan sekolah. Remaja berambut gondrong itu memilih menghiasi tubuhnya dengan tindik di telinga dan menato hampir separuh badannya. Salah satu tato di lengannya bergambar Doraemon.

Teman sesama punk itu dia kenal melalui jejaring sosial Facebook termasuk bertemu di perempatan-perempatan jalan. “Sama-sama kenal, harus sama-sama tahu. Sini enak situ enak. Pasti akan berteman dan hidup bersama. Cari uang bersama dengan cara mengamen,” ujar dia.

Gembel sebenarnya sudah beberapa kali terjaring operasi cipta kondisi yang diadakan kepolisian. Tetapi, dia tak juga kapok. Dia pernah tertangkap polisi karena diduga menjadi penadah handphone curian.

Anak punk lainnya mengaku bernama MA. Ia menyebut dirinya pernah belajar di pondok pesantren. Dia memilih menjadi anak punk. “Ya, saya pernah sekolah di pondok pesantren tapi tidak lulus,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Boyolali Selasa.

Baca Juga : Polisi Ungkap Tak Ada Laporan Anak Hilang di Boyolali Sejak 2020

Kapolres Boyolali yang saat itu dijabat AKBP Budi Sartono melalui Kabag Ops saat itu Kompol Haryanto menjelaskan hasil pendataan terhadap enam anak punk itu diketahui ada dua remaja yang pernah tersangkut kasus tindak pidana.

“Satu pernah menjadi penadah HP curian dan divonis tujuh bulan di Semarang. Satu lagi pernah terlibat kasus penganiayaan dan juga dihukum tujuh bulan di Boyolali,” kata Haryanto.

Mereka yang belum pernah tersangkut kasus pidana diserahkan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk dibina.

Konten Soloraya Hari Ini menyajikan berita peristiwa pada masa lalu yang menyita perhatian publik di Soloraya. Tujuannya tak lain supaya pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari setiap peristiwa di masa lalu.

Baca Juga : Ealah! Dilaporkan Hilang, Remaja Putri Demak Kabur dengan Anak Punk

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Isu Pelecehan Seksual JKT48 di Mal Sukoharjo, Ini Tanggapan Pihak JKT48

Manajemen The Park Mall dan Manajemen JKT48 membantah isu pelecehan seksual member JKT48 di saat konser tur di The Park Mall Solo Baru beberapa waktu lalu.

Asyik! Gibran Akan Tambah Rute Bus BST Sampai Alun-Alun Karanganyar

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan akan menambah rute layanan bus BST Solo sampai ke alun-alun di pusat kota Karanganyar.

Manajemen The Park Mall Solo Baru Bantah Isu Pelecehan Seksual JKT48

The Park Mall melalui Bussiness and Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes membantah kasus dugaan pelecehan seksual dalam acara konser tur JKt48 bertajuk 10th Anniversary Tour di The Park Mall

Gubernur Didesak Ambil Kebijakan Untuk Nasib 8 Siswa di Sragen

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, diminta mengambil kebijakan untuk menentukan nasib delapan siswa yang namanya tiba-tiba hilang di daftar PPDB SMAN1 Gondang, Sragen.

Maling Obrak-abrik Ladang Sayuran Petani di Matesih Karanganyar

Tanaman kol dan cabai di ladang petani Matesih, Kabupaten Karanganyar, jadi sasaran pencurian yang diketahui Minggu (3/7/2022). Kejadian ini bukan kali yang pertama.

Warga Grogol Korban Pantai Drini Dikenal Ramah dan Sederhana

Warga asal Dusun Jetis, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rini Hastuti, yang meninggal dunia saat wisata di Pantai Drini dikenal ramah dan sederhana.

Nama 8 Siswa Sragen Hilang, Panitia PPDB: Kode Pembajak dari Jatim

Panitia PPDB 2022 Provinsi Jawa tengah mendeteksi ada orang lain yang menggunakan akun milik calon siswa yang namanya hilang. Dari alamat IP, diketahui kodenya dari Jawa Timur.

Sudah Dimulai, Kontraktor Ungkap Skenario Pengerjaan Jembatan Mojo Solo

Kontraktor proyek rehab Jembatan Mojo, Solo, membeberkan skenario pengerjaan jembatan penghubung Solo dengan Sukoharjo tersebut.

Nama 8 Siswa di Sragen Tiba-Tiba Menghilang, Sekolah Lapor ke Provinsi

Nama delapan calon siswa SMAN 1 Gondang Sragen mendadak hilang dari daftar PPDB 2022 sekolah tersebut. Diduga ada orang yang membatalkan pendaftaran delapan siswa tersebut.

Tragis! Anak Semata Wayang Korban Pantai Drini Sebentar Lagi Menikah

Putra semata wayang wisatawan asal Grogol, Sukoharjo, yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, berencana menikah akhir bulan ini.

Ssstt...Bakal Ada Universitas Baru Lagi di Karanganyar Lur

Kabupaten Karanganyar akan kedatangan universitas baru. Pemkab tengah menyiapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan gedung universitas negeri tersebut.

Ada 2 Event Internasional Di Solo, 796 Personel Keamanan Dikerahkan

Polresta Solo siap menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan dua event internasional yakni pertemuan G20 dan ASEAN Paragames, Juli ini.

Ternyata Tak Boleh Beri Nama Anak Cuma Satu Kata, Ini Kata Disdukcapil

Disdukcapil Karanganyar meminta warga untuk tidak memberi nama anak mereka dengan hanya satu kata. Ada aturan yang melarang memberi anak dengan hanya satu kata.

Jadi Daerah Wabah PMK, Boyolali Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali memutuskan untuk memperpanjang penutupan seluruh pasar hewan. Menyusul adanya penetapan Boyolali sebagai Daerah Wabah PMK.

Gibran Soal Pelecehan Seksual Personel JKT 48: Protesnya Ke Saya Semua!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku mendapat protes dari banyak pihak soal kasus pelecehan seksual yang dialami personel JKT48 saat konser di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo.