Tutup Iklan
Boyolali Bakal Jadi Penyumbang Cukai Plastik Tertinggi di Soloraya?
Pengendara melintas jalan keluar Pasar Umum Ampel yang sebagian badan jalan sudah dipenuhi sampah, Kamis (6/2/2014).(JIBI/Solopos/Hijriyah Al Wakhidah)

Solopos.com, BOYOLALI – Pemerintah resmi memungut tarif cukai kantong plastik setelah usulan itu disetujui Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Tarif cukai yang bakal dipungut berkisar Rp30.000 per kilogram atau Rp200 per lembar.

Dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap pemberlakuan cukai kantong plastik bisa menekan konsumsi plastik hingga 50 persen. Selain itu, negara juga berpeluang memperoleh potensi penerimaan cukai senilai Rp1,6 triliun.

Pesan Megawati Soal Isu Politik Dinasti Di Tengah Perebutan Rekomendasi

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017 memperkirakan kebutuhan kantong plastik Indonesia sebesar 9,6 juta kantong plastik per tahun. Jumlah itu diasumsikan ada 32.000 gerai yang melakukan 100 transaksi per hari. Setiap transaksi membutuhkan tiga kantong plastik.

Lalu, bagaimana dengan konsumsi plastik di Soloraya?

Data dari KLHK menunjukkan penggunaan plastik tertinggi di Soloraya ada di Kabupaten Boyolali. Setiap hari, Kabupaten penghasil susu itu juga menghasilkan 222,18 ton sampah plastik. Jumlah itu merupakan separuh lebih dari volume sampah harian yang dihasilkan penduduk Kabupaten Tersenyum yang mencapai 395,8 ton.

Berikutnya ada Sukoharjo yang berada di urutan kedua dengan 100,45 ton sampah plastik per hari. Jumlah itu hanya 13 persen dari total volume sampah yang dihasilkan 748.48 ton per hari. Sukoharjo sendiri baru bisa menimbun sampah hariannya sebanyak 150,48 ton.

LHKPN Sriyono: Dulu Cuma Rp18,4 Juta, Kini Rp1,6 M

Sedangkan, Kota Solo, memiliki volume sampah plastik sebesar 41,38 ton per hari. Jumlah itu hanya 13,39 persen dari total volume sampah harian 309 ton. Setiap hari, sampah di Kota Bengawan yang berhasil ditimbun oleh Pemkot menembus 291 ton.

Kabupaten Sragen menjadi daerah dengan sampah plastik terendah yakni 10,89 ton per hari. Jumlah itu sekitar 11 persen dari total sampah harian yang diproduksi warga di Bumi Sukowati sebesar 98,13 ton. Dari jumlah itu hanya 22,18 ton yang belum dikelola Pemkab Sragen.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho