Boy Group Jebolan I-Land, Enhypen Diperlakuan Buruk Sasaeng Fan
Potret anggota Enhypen, Minggu (27/9/2020). (Allkpop)

Solopos.com, SOLO Boy group jebolan program survival I-Land, Enhypen, menjadi korban perlakuan burung dan tidak menyenangkan dari sekelompok orang yang diduga sebagai sasaeng fan atau penggemar obesesif, Sabtu (26/9/2020).

Kejadian tersebut terjadi saat Enhypen berada di Bandara Gimpo, Seoul, Korea Selatan. Saat itu, mereka akan pergi menuju Pulau Jeju. Ketika mereka tiba di bandara, tiba-tiba sekelompok orang yang diduga sebagai penggemar mendekati mereka.

Orang-orang tersebut mulai mengambil foto dan saling mendorong agar bisa lebih dekat dengan anggota Enhypen. Kerusuhan pun terjadi karena para penggemar tersebut menghalangi pergerakan anggota Enhypen.

Besarnya Se-Paus Biru, Asteroid Melintas Dekat Bumi

Meskipun belum resmi debut, anggota Enhypen yang terdiri atas tujuh orang, yaitu Yang Jung-won, Jay, Jake, Niki, Lee Hee-seung, Park Sung-hoon, dan Kim Sunoo telah memiliki banyak penggemar lewat program survival I-Land. Namun, kerumunan penggemar di bandara Gimpo yang menyebabkan kerusuhan masih menjadi hal yang tak mereka duga.

Dikutip dari Koreaboo, Minggu (27/9/2020), menurut laporan dari beberapa orang yang berada di tempat kejadian, para anggota Enhypen terdorong cukup keras. Tangan Sunoo ditarik oleh penggemar, Niki bahkan terdorong dan terpisah dari anggota lainnya.

Sedangkan Jake, terlihat menangis setelah terjatuh dan dikerumuni oleh para penggemar yang mendekat. Selain itu, sasaeng fan diduga berhasil mendapatkan informasi mengenai tiket pesawat dan nomor kursi para anggota Enhypen. Bahkan, mereka dikabarkan juga nekat memesan tiket dan naik ke pesawat yang sama.

Lagu Baru Blackpink Sudah Diputar di PUBG Mobile

Para penggemar Enhypen, baik dari Korea ataupun penggemar internasional yang mengetahui kejadian tersebut tentu tak tinggal diam. Mereka mulai membuat hastag #ProtectEnhypen yang kemudian menjadi trending topic pertama di Twitter seluruh dunia.

Didesak Amankan Enhypen

Dengan hastag atau tagar tersebut, penggemar meminta agar label Be:Lift yang menaungi boy group Enhypen meningkatkan keamanan para anggota. Tak lama kemudian, label Be:Lift memberikan tanggapan mengenai kejadian yang menimpa Enhypen dengan merilis pernyataan yang berisi pedoman perilaku penggemar. Pedoman tersebut diunggah Be:Lif di media sosial Waverse.

Dalam pedoman tersebut, penggemar dilarang untuk mengunjungi lokasi pribadi artis. Penggemar yang melanggar aturan ini akan dikeluarkan dari lokasi dan diminta untuk menghapus rekaman audio serta video mereka.

James Bond Bukan Agen Rahasia Fiksi di Polandia

Sasaeng fan adalah bahasa Korea yang dirangkai dari kata “sa” yang bermakna “pribadi” dan “saeng” yang berarti “kehidupan”. Mereka adalah penggemar yang mengabaikan keidupan pribadi idol kegemaran mereka karena terobsesi.

Karena itulah label Be:Lift meminta agar penggemar tidak menguntit artis, menjual dan membeli informasi pribadi artis, seperti nomor telepon dan informasi penerbangan.

Beberapa jam setelah Be:Lift merilis pedoman perilaku penggemar, beberapa fansite atau situs penggemar Enhypen yang mengunggah video atau foto kejadian di bandara segera menghapus unggahan tersebut dan menonaktifkan akun mereka.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom