Tutup Iklan

Bosch Bakal Dukung Produksi Taksi Terbang

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, STUTTGART – Bosch Automotive Electronics siap mendukung terwujudnya taksi udara pada 2030, melalui penyediaan teknologi sensor modern untuk mobil terbang. Bahkan, sebagian besar taksi udara itu akan mampu beroperasi tanpa pilot.

“Taksi terbang pertama akan berangkat di kota-kota besar mulai 2023, paling lambat. Bosch berencana untuk memainkan peran utama dalam membentuk pasar masa depan ini,” kata Harald Kröger, Presiden Divisi Bosch Automotive Electronics, dalam keterangan pers, Selasa (21/5/2019).

Untuk membantu mencapai tujuan ini, Bosch telah menemukan celah di pasar. Teknologi aerospace konvensional dinilai terlalu mahal, besar, dan berat untuk digunakan dalam taksi terbang otonom. Namun, sensor modern yang juga digunakan untuk mengemudi otomatis atau dalam sistem anti-selip ESP dapat berpotensi menjembatani kesenjangan ini.

“Itulah sebabnya tim insinyur kami telah menggabungkan puluhan sensor untuk membuat unit kontrol universal untuk taksi terbang,” ujarnya. Bosch bekerja pada teknologi sensor canggih untuk membuat penerbangan ini sangat aman, nyaman, dan nyaman.

Bosch telah menunjukkan teknologi sensornya yang sudah digunakan dalam kendaraan produksi, unit kontrol universal dirancang untuk memastikan kemampuan untuk menentukan posisi taksi terbang setiap saat, yang memungkinkannya dikendalikan dengan presisi dan keamanan.

Sensor percepatan dan yaw-rate yang secara akurat mengukur pergerakan dan sudut serangan kendaraan terbang, misalnya, menyediakan data yang diperlukan.

Tidak seperti sistem sensor di sektor kedirgantaraan, yang beberapa di antaranya berharga puluhan ribu atau bahkan beberapa ratus ribu euro, Bosch dapat menggunakan solusinya dengan biaya yang lebih kompetitif.

Itu karena perusahaan menggunakan sensor teruji produksi yang sudah dikembangkan, dan diproduksi Bosch untuk industri otomotif selama bertahun-tahun.

“Melalui solusi Bosch, kami ingin membuat penerbangan sipil dengan taksi terbang terjangkau untuk berbagai penyedia,” kata Marcus Parentis, Kepala Tim Teknologi di Bosch yang bertanggung jawab atas unit kontrol di belakang pesawat lampu listrik.

Terlebih lagi, sensor Bosch sangat kecil dan ringan. Pabrikan taksi terbang dapat dengan mudah memasang kotak sensor Bosch ke dalam kendaraan udara mereka menggunakan prinsip plug-and-play.

Boston Consulting Group memperkirakan bahwa orang-orang di seluruh dunia akan mengambil 1 miliar penerbangan dengan taksi udara pada 2030, begitu layanan berbagi juga telah hadir di rute-rute tetap di atas tanah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Aksi Pencuri Bebek di Jenengan Boyolali Terekam Kamera CCTV

Aksi warga Polanharjo, Klaten, AS, 38, mencuri bebek milik Priyadi, 42, warga Dukuh Jenengan RT 003/RW 001, Desa Jenengan, Kecamatan Sawit, Boyolali, Senin sekitar pukul 02.30 WIB, terekam kamera CCTV.

Pemkab Karanganyar akan Galang Dana untuk Korban Erupsi Semeru

Pemkab Karanganyar akan galang dana untuk korban erupsi Gunung Semeru. Penggelangan dana dimulai dari kalangan ASN Pemkab.

Pakai Kalung Bandul Rajamala, Wali Kota Solo Gibran Tuai Pujian

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menuai pujian dari kalangan pencinta sejarah gara-gara tampil dengan mengenakan kalung berbandul replika Rajamala.

Polsek Miri Sragen akan Siagakan Lagi Posko Penanganan Covid-19

Polsek Miri memperkirakan banyak warga Miri yang nekat mudik pada akhir tahun ini berkaca pada pengalaman Idulfitri lalu.

Keren! Kompleks Balai Kota Jogja Dilengkapi Parkir Vertikal

Pembangunan parkir vertikal itu menyesuaikan kondisi, karena tempat parkir yang minim di area Balai Kota Jogja.

Terungkap! Dosen Unsri Peluk dan Minta Oral Seks pada Mahasiswinya

Subdit PPA Polda Sumatera Selatan mengungkapkan salah satu dosen Unsri memegang tangan, membuka baju korban, mencium, memeluk, dan meminta korban melakukan oral seks.

Ada Katrol Unik di Sumur Masjid Dekat Prasasti Upit

Katrol unik masih terpasang di Masjid Sorowaden, Kahuman, Ngawen, Klaten yang juga menjadi daerah Prasasti Upit.

Sragen PPKM Level 3, Pemeriksaan Vaksinasi dan Swab Test Digencarkan

Pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dibawa ke tempat isolasi terpadu di Tehcnopark atau Kragilan Sragen.

Tiga Personel BTS Kembali ke Korea, Sisanya Masih di AS

Tiga personel BTS ini tiba di tengah kilatan kamera penggemar dan jurnalis di Bandara Internasional Incheon sekitar pukul 05.00 waktu Korea Selatan

Diresmikan Awal 2022, Wali Kota Solo Tinjau Bangunan Pasar Legi

Kapasitas bangunan Pasar Legi sekitar 316 kios dan 2.110 los dilengkapi sistem keamanan kebakaran modern

Akun Youtube Sule Berubah Nama dan Tayangkan Konten Bitcoin

Akun Youtube komedian Sule berubah nama dan siarkan secara langsung konten bitcoin.

3.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Pada seleksi PPPK tahap I di Sragen hanya terisi 782 lowongan, sehingga digelar seleksi tahap II untuk mengisi 807 lowongan yang tersisa.

Kabar Gembira, Babak 8 Besar Liga 2 Diuji Coba Pakai Penonton

Ia menambahkan penonton yang hadir di stadion merupakan tamu undangan sehingga memperhatikan jumlah kuota stadion.

Siap-Siap! 4,8 Juta Pelaku Perjalanan Masuk Jateng saat Libur Nataru

Dinas Perhubungan atau Dishub Jateng memprediksi ada sekitar 4,8 juta pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Jateng saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Solo Hari Ini: 6 Desember 2014, Berpulangnya Sang Pengusaha Sukses

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 6 Desember 2014, seorang pengusaha sukses asal Solo berpulang. Dia adalah Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food, Priyo Hadi Sutanto, yang mengembuskan napas pada usia 64 tahun.