Mobil boks dan puluhan ribu stoples kosong tersimpan di Gudang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) di Dusun Kroyo, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Kamis (13/6/2019). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Heroe Setiyanto, seorang pengacara asal Sragen, menceritakan bagaimana Sugiyono, 44, pemilik CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB) meyakinkan para calon mitranya untuk https://soloraya.solopos.com/read/20190614/491/998693/otak-investasi-semut-rangrang-cv-msb-ternyata-mantan-pns-sragen" target="_blank" rel="noopener">investasi dalam bisnis semut rangrangnya. Sugiyono pernah berujar bahwa investasi itu dikembangkan melalui bitcoin.

Hal itu dikatakan Heroe saat ditemui Solopos.com di rumahnya, kawasan Nglangon, Sragen, Kamis (13/6/2019). Dia menceritakan pada Desember 2018, sekitar 3.000 mitra CV MSB dari berbagai daerah di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur, mengikuti silaturahmi akbar yang digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen. Pada kesempatan itu, Sugiyono hadir memberikan dorongan motivasi dan membakar semangat para mitra untuk meningkatkan investasi ternak rangrang.

“Saat itu saya pernah dimintai tolong Pak Sugiyono mengurus izin keramaian ke Polres Sragen. Izin itu kami urus secara mendadak. Malam suratnya kami masukkan ke Polres, paginya silaturahmi akbar itu digelar,” ujar Heroe Setiyanto.

Heroe sendiri juga hadir dalam silaturahmi akbar itu. Di hadapan sekitar 3.000 mitra, kata Heroe, Sugiyono menyampaikan bila uang hasil investasi ternak rangrang itu https://soloraya.solopos.com/read/20190614/491/998693/otak-investasi-semut-rangrang-cv-msb-ternyata-mantan-pns-sragen" target="_blank" rel="noopener">dikembangbiakkan melalui bisnis uang virtual dalam bentuk bitcoin. Heroe sendiri belum mengetahui penyebab tutupnya kantor dan gudang CV MSB yang membuat puluhan ribu mitranya kelabakan.

“Terus terang saya tidak tahu seluk beluk dari bisnis ternak rangrang ini. Ada kemungkinan, bisnis bitcoin itu mengalami kendala sehingga berdampak pada bisnis ternak rangrang. Tapi saya tidak tahu itu benar atau tidak,” terangnya.

Sementara itu, Solopos.com sudah mencoba mendatangi rumah Sugiyono di Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, pada Kamis pagi. Akan tetapi, rumah tersebut dalam kondisi kosong tanpa berpenghuni. Beberapa kendaraan roda empat yang biasa terparkir di halaman rumahnya juga tidak terlihat. Saat dihubungi via telepon dan pesan singkat, yang bersangkutan juga tidak merespons.

Belakangan beredar broadcast via pesan suara Whats App (WA) berisi https://soloraya.solopos.com/read/20190613/491/998508/pemilik-cv-msb-sragen-sebar-broadcast-bantah-musnahkan-semut-rangrang" target="_blank" rel="noopener">pernyataan pemilik CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB), Sugiyono, yang ditujukan kepada semua mitra kerjanya, Kamis (13/6/2019). Kepada Solopos.com, sejumlah mitra sudah membenarkan bahwa itu adalah suara dari Sugiyono.

Dalam pesan suara itu, Sugiyono menganggap pemberitaan miring seputar investasi semut rangrang tersebut terjadi karena ada pihak yang tidak senang lantaran pernah dikecewakan CV MSB. Dia juga membantah bila semua semut rangrang hasil panen dimusnahkan dengan cairan kimia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten