Tutup Iklan

Bos Arisan Online asal Mojolaban Sempat Ngumpet di DIY Sebelum Terciduk

Ibu rumah tangga asal Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi pelaku penipuan berkedok arisan online sempat sembunyi di Sleman, DIY.

 Ibu rumah tangga asal Mojolaban, Sukoharjo, ASR, yang menjadi tersangka penipuan arisan online dihadirkan saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Sukoharjo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

SOLOPOS.COM - Ibu rumah tangga asal Mojolaban, Sukoharjo, ASR, yang menjadi tersangka penipuan arisan online dihadirkan saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolres Sukoharjo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO — Ibu-ibu asal Desa Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, ASR, sempat bersembunyi di rumah kontrakan wilayah Condongcatur, Sleman, DIY, sebelum tertangkap polisi karena kasus dugaan penipuan berkedok arisan online, beberapa waktu lalu.

Kini, ASR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ibu rumah tangga yang ditangkap aparat Polres Sukoharjo pada 11 Oktober lalu itu terancam empat tahun penjara.

Kepada wartawan saat gelar tersangka dan barang bukti kasus tersebut di Mapolres Sukoharjo, Selasa (19/10/2021), ASR mengaku sebelumnya pernah menjadi anggota atau member arisan online dan mendapatkan keuntungan.

Baca Juga: Penipuan Arisan Online Rp300 Juta Terbongkar, Ibu-Ibu Mojolaban Diciduk

Dari situ lah warga Mojolaban itu kemudian terpikir membuka arisan online sendiri dengan memanfaatkan media sosial Instagram untuk sarana promosi. Sasarannya adalah kaum wanita.

ASR memulai menjalankan arisan online itu pada Mei 2021. Namun pada Juli arisan online itu sudah mbledos. Ia tak mengembalikan uang arisan yang disetorkan member apalagi keuntungannya.

Uang itu malah ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sehari-hari. “Uang para member arisan online habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga: Dana Desa Sukoharjo Sudah Terserap 89,05 Persen, Sebagian untuk BLT

14 Member Melapor ke Polisi

Wakapolres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengungkapkan ada 14 orang yang melapor karena menjadi korban arisan online yang diselenggarakan perempuan asal Mojolaban itu.

Mereka melapor karena tidak mendapatkan uang mereka kembali sesuai yang dijanjikan ASR berikut keuntungannya. Total kerugian 14 korban itu mencapai Rp300 juta.

Para korban yang berasal dari berbagai latar belakang seperti pengusaha, mahasiswa, hingga pelajar tersebut sudah mencari keberadaan ASR dengan mendatangi rumahnya di Cangkol, Mojolaban. Namun upaya itu tak membuahkan hasil sehingga mereka akhirnya melapor ke polisi.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo! Ayo Warga, Jangan Sampai Tidak Ikut Vaksinasi

Penyidik lantas melacak keberadaan bos arisan online asal Mojolaban yang diketahui bersembunyi dengan menyewa rumah kontrakan di wilayah Condongcatur, Sleman, DIY. Polisi menangkap ASR pada 11 Oktober.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa dua lembar rekening bank, satu bendel surat pernyataan dan bukti percakapan dengan member arisan online, serta satu bendel laporan transaksi finansial member arisan online. “ASR dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun,” tutur Wakapolres.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tersesat di Gunung Merbabu, WNA Asal Ukraina Ditemukan Selamat

Seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang tersesat di Gunung Merbabu ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (5/12/2021) dini hari.

8.122 Ha Sawah di Sukoharjo Bisa 4 Kali Panen Setahun, Ini Rahasianya

Lahan sawah di Kabupaten Sukoharjo yang menerapkan IP400 dan bisa panen empat kali setahun bertambah 3.122 hektare dari 5.000 hektare menjadi 8.122 hektare.

Water Barrier Terpasang, Pengendara Lawan Arus Nihil di Jensud Wonogiri

Tak ada lagi kendaraan yang melawan arus sejak pembatas jalan portabel atau water barrier di pertigaan Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) dekat Toko Emas Semar Nusantara, kawasan Kota Wonogiri, kembali dipasang, sepekan lalu.

Solo Ditetapkan Jadi Kota Pemajuan Kebudayaan Indonesia, Apa Artinya?

Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) menetapkan Solo sebagai kota pemajuan kebudayaan Indonesia saat kongres di Bogor pekan lalu.

Perhutani Kenalkan Penghijauan Sejak Dini kepada 30 Siswa TK

Sekitar 30 siswa mengikuti penanaman pohon di seputaran Embung Pincil, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Sragen, Jumat (3/12/2021).

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.