Tutup Iklan
Ketua Yayasan Borobudur Marathon (Bormar) Liem Chien An melepas peserta Bormar 2018. (Antara-Ade Oesman)

Solopos.com, SEMARANG — Ketua Yayasan Borobudur Marathon (Bormar) Liem Chien An mengklaim penyelenggaraan Bormar 2019 berkelas dunia. Lomba lari yang bakal dimulai dari Taman Lumbini Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu dijadwalkan 17 November mendatang

Klaim kelas dunia tersebut didasarkan Liem Chien An pada tata cara pendaftaran peserta Borobudur Marathon yang menggunakan sistem ballot atau undian. Sistem ballot adalah prosedur pendaftaran yang digunakan dalam banyak maraton besar dunia untuk mendapatkan kesempatan menjadi peserta.

Demikian bunyi siaran pers dari Chien An yang diterima Kantor Berita Antara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/10/2019). "Kita jangan bicara dulu soal World Marathon Majors karena itu sudah jadi brand. Tapi kalau Bormar 2019 sudah kelas dunia, saya katakan ya. Peserta sudah mendunia dan cara pendaftaran peserta pun sudah ikut maraton dunia, yaitu ballot,’’ papar Chie An.

Menurut dia,  sistem ballot membuat pendaftaran sangat fair. Tidak ada lagi peserta yang kecewa karena terlambat mendaftar atau merasa gagal mendaftar lantaran jaringan online yang mengadat.

Penilaian senada disampaikan Panitia Pelaksana Lukminto Wibowo. Dia mengatakan bahwa Bormar 2019 sudah berkelas dunia karena sudah memenuhi standar maraton dunia.

Dijelaskan Luki—sapaan akrabnya—standar tersebut meliputi sistem pendaftaraan, adanya race director yang bersertifikat, lintasan yang dilalui peserta yang internasional hingga keberadaan broadcasting. Dia menjelaskan bahwa tim Bormar 2019 akan mengumpulkan seluruh komunitas runner di FX Senayan, awal November.

"Kami akan sosialisasikan Bormar 2019 kepada runners di Tanah Air. Bukan saja mengenalkan lomba lari ini, tapi kami mengadakan training, workshop untuk mengedukasi kepada pelari tentang apa yang perlu dipersiapkan ketika mengikuti lomba lari,’’ tambahnya.

Menurutnya, tidak semua peserta lomba lari paham yang harus dilakukan sebelum berlari, khususnya untuk jarak jauh. Adanya pelari yang sesak napas dan jatuh pingsan adalah indikasi belum pahamnya pelari tentang persiapan fisik.

"Kami akan mendatangkan ahlinya dalam sosialisasi Bormar itu. Ada trainer yang bisa menjelaskan tentang cara berlari yang benar,’’ pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten