Pengunjung menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2019 di Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (1/1/2019). (Antara-Anis Efizudin)

Solopos.com, SEMARANG — Ajang tahunan Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) kembali digelar untuk kelima kalinya, Jumat-Minggu (5-7/7/2019) akhir pekan ini. Event itu bakal mengusung pesan keharmonisan dalam keberagaman dengan menampilkan berbagai kesenian dari dalam negeri maupun negara sahabat.

"Dengan tema 'Harmony in Diversity', BIAPF membawa pesan keharmonisan dalam keberagaman, artinya di tengah keberagaman yang ada, mesti menjaga harmonisasi, keserasian, dan hubungan baik antardaerah maupun negara," papar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi (Kadisporapar) Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi di Kota Semarang, Jateng, Selasa (2/7/2019).

Ia menyebutkan BIAPF yang akan digelar di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur dan Candi Pawon, Desa Wanurejo, Kabupaten Magelang itu rencananya juga dimeriahkan perwakilan dari negara Spanyol, Meksiko, dan Hongaria. Selain itu, ada pula penampilan dari provinsi tetangga, yakni Lampung, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Utara, Aceh, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan.

"Kami juga melibatkan masyarakat, seniman, penggiat dan pelaku wisata untuk berekspresi pada BIAPF," ujarnya.

Pembukaan BIAPF, lanjut Sinoeng, akan berlangsung Jumat malam dengan menampilkan kolaborasi kesenian nusantara dan internasional, serta penampilan kesenian tradisional lain. Keesokan harinya, kembali tampil berbagai seni pertunjukkan Minggu (7/7). "Pergelaran dibagi di dua lokasi. Lokasi pertama di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur dengan penampilan dari pagi sampai sore. Sedangkan pertunjukan malam hari berlangsung di Candi Pawon," katanya.

Menurut dia, pembagian waktu pelaksanaan BIAPF itu sebagai upaya agar kegiatan tahunan tersebut tidak mengganggu masyarakat yang ingin beribadah di Candi Borobudur, meskipun sebenarnya waktu penyelenggaraannya sudah disesuaikan saat tidak ada upacara keagaan yang digelar di sana. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan yayasan, umat Buddha, dan Walubi. Waktu yang kami tetapkan tidak mengganggu prosesi peribadatan," ujarnya.

Bukan hanya kesenian, BIAPF bakal diramaikan dengan pameran Tourism Trade and Investment (TTI) di Taman Lumbini yang menampilkan produk dari Dekranasda Provinsi Jateng dan 35 kabupaten/kota, serta provinsi tetangga seperti DKI Jakarta, Aceh, Lampung, dan Sulawesi Utara. Sedangkan bagi penggemar kuliner dipersilakan datang di Night Market Culinary and Craft Borobudur di kawasan Candi Pawon.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten