Booster Sinovac Mampu Tingkatkan Antibodi Tanpa Ada Efek Merugikan

Dari sisi reaksi usai penyuntikan, para peserta tidak melaporkan efek yang merugikan.

 Ilustrasi vaksin Covid-19. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi vaksin Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SOLO-Dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin Sinovac dikatakan mampu meningkatkan titer antibodi seseorang tanpa menimbulkan efek yang merugikan. Hal tersebut diperoleh dari hasil penelitian.

Peneliti di National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Indonesia, Ririn Ramadhany, mengatakan dari sisi efek usai penyuntikan booster Sinovac,  para peserta tidak melaporkan efek yang merugikan. Umumnya mereka merasakan rasa nyeri di daerah bekas penyuntikan.

PromosiDrone Makin Dibutuhkan, Riset dan Inovasi Dalam Negeri Masih Lemah

Dalam studi untuk meneliti efek booster Sinovac, para peneliti melibatkan para partisipan yang belum terkena Covid-19. Mereka mengambil sampel dua kali yakni sebelum para peserta studi mendapatkan booster dan satu bulan setelah mereka mendapatkan dosis ketiga.

Peneliti lalu membandingan tingkat antibodi peserta dan menemukan peningkatan titer antibodi hingga 7,8 kali pada booster homolog dengan Sinovac. Hasil studi memperlihatkan, tidak ada ada perbedaan signifikan untuk interval kurang dari 6 bulan atau lebih dari 6 bulan antara suntikan kedua dan ketiga. Begitu juga titer antibodi berdasarkan kelompok usia, walaupun pada populasi usia lansia atau lebih dari 60 tahun hasilnya rata-rata lebih rendah dibandingkan kelompok usia lain.

Baca Juga: Hasil Penelitian: Virus Herpes Berpotensi Picu Multiple Sclerosis

“Beberapa bulan setelah vaksin kedua mereka masih memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2. Interval dosis kedua dan ketiga berkisar antar 1,5-9,5 bulan. Median antibodi sebelum booster sekitar 400,” tutur Ririn dalam sebuah webinar seperti dikutip dari Antara pada Minggu (16/1/2022).

Sementara itu, terkait interval pemberian dosis ketiga sejak dosis kedua diberikan, peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) Raph Hamers menuturkan, ada perbedaan antara respon imun antara interval yang lebih lama dan lebih cepat. Hal ini berdasarkan hasil uji coba booster fase kedua yang dilakukan pihak Sinovac di Tiongkok yang membandingkan peningkatan pada 2 atau 8 bulan setelah dosis kedua.

Hasil uji memperlihatkan, interval 8 bulan memberikan respons imun yang lebih kuat ketimbang interval 2 bulan. Jadi, secara umum booster diyakini paling efektif dengan interval yang lebih lama.

Sebuah studi dalam bioRxiv pada Desember 2021 yang dilakukan oleh peneliti dari LKS Fakultas Kedokteran, The University of Hong Kong (HKUMed) dan Fakultas Kedokteran, The Chinese University of Hong Kong (CU Medicine) terkait respons imun Sinovac pada 120 peserta menunjukkan dukungan pada penggunaan tiga dosis vaksin itu di tengah hadirnya berbagai varian virus corona termasuk Omicron.

Baca Juga: Obat Covid-19 Molnupiravir Segera Diproduksi di Indonesia

Peneliti menemukan, tingkat serokonversi dari antibodi penetralisir terhadap Omicron meroket dari 3,3 persen menjadi 95 persen untuk rangkaian dua dan tiga dosis masing-masing.

Pada partisipan yang menerima tiga dosis, peneliti juga mengisolasi 323 antibodi monoklonal manusia yang berasal dari memori sel B, setengahnya mengenali receptor binding domain (RBD). Mereka juga memberikan netralisasi pada SARS-CoV-2 variant of concern (VoC).

Juru bicara SinoVac, Pearson Liu mengungkapkan, penelitian ini memberikan kepastian tipe vaksin nonaktif tetap efektif melawan Covid-19 saat dunia terus bergulat dengan munculnya varian baru Covid-19.  Menurut dia, hasil tersebut juga mendukung tiga dosis imunisasi untuk memastikan perlindungan terhadap Covid-19 dan ini sebuah penemuan yang sejalan dengan saran dari Organsiasi Kesehata Dunia (WHO) dan badan kesehatan di seluruh dunia untuk semua jenis vaksin Covid-19.

Liu mengatakan, data ini muncul seiring adanya penemuan baru yang menunjukkan satu bulan setelah dosis kedua, CoronaVac memberikan respons Sel-T yang lebih tinggi dibandingkan dengan vaksin mRNA. Hal ini penting dalam mencegah penyakit serius, rawat inap, dan kematian.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

+ PLUS Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Berita Terkini

Apakah Virus Cacar Monyet Berbahaya? Ini Penjelasannya

Untuk menjawab apakah virus cacar monyet berbahaya, ketahui terlebih dulu dua varian utama penyakit ini.

Kecil, Berapa Rata-Rata Ukuran Payudara Wanita Indonesia?

Tahukah Anda berapa ukuran rata-rata payudara wanita Indonesia?

Rangkaian Amalan Doa Sebelum Berangkat Haji, Diawali Salat Sunah

Berikut ini terdapat serangkaian doa sebelum berangkat haji maupun umrah, yang diawali dengan salat sunah dua rakaat.

Arti Mimpi Dikejar Orang Gila, Apakah Pertanda Buruk?

Saat mendapatkan mimpi dikejar orang gila atau ODGJ tentu bikin khawatir dan bertanya-tanya kira-kira apa arti bunga tidur tersebut ya?

Negara-Negara dengan Ukuran Payudara Terbesar di Dunia, Indonesia Jauh!

Beberapa negara menjadi tempat tinggal wanita dengan ukuran payudara terbesar di dunia, Indonesia tidak termasuk.

BMKG Ungkap Penyebab Banjir Rob di Semarang dan Wilayah Pesisir Lain

BMKG ungkap penyebab banjir rob di Semarang dan wilayah pesisir pantai lainnya.

Sering Menahan Kencing? Ketahui Dampak Buruk Kebiasaan Ini

Karena berbagai alasan kita sering menahan kencing, padahal kebiasaan ini berdampak buruk terhadap tubuh loh.

Sering Pipis, Berapa Daya Tampung Normal Kandung Kemih Manusia?

Untuk menjaga kesehatan, ketahui berapakah daya tampung normal kandung kemih manusia?

Doa Ketika Melihat Ka'Bah, Dibaca Pas Haji atau Umrah

Berikut ini terdapat doa ketika melihat Ka'bah, yang dibaca ketika melakukan ibadah umrah maupun haji.

Enak Sih, Tapi Makan Mi Instan yang Baik Idealnya Berapa Kali?

Tak jarang terlintas pertanyaan di kepala idealnya makan mi instan yang baik berapa kali?

Penasaran Berapa Ukuran Miss V yang Normal? Ini Penjelasannya

Jika selama ini Mr P bisa memiliki ukuran berbeda-beda, maka kira-kira berapa sih ukuran Miss V perempuan yang normal?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Ini Penjelasannya

Bercita rasa lezat, ibu hamil mungkin merasa khawatir makan durian karena buah ini cenderung tinggi gula.

Banyak Ditemukan pada Kaum LGBT, Cacar Monyet Bukan Penyakit Gay

Kasus monkey pox banyak ditemukan pada kaum LGBT, benarkah cacar monyet merupakan penyakit kaum gay?

Diklaim Masih Ada, Apa Sih Beda Harimau Jawa dan Sumatra?

Diklaim masih ada dan belum punah, apa sih perbedaan harimau Jawa dengan harimau Sumatra?

Diyakini Masih Ada, Bagaimana Wujud Harimau Jawa?

Diyakini masih ada dan belum punah, bagaimana sih wujud hewan harimau Jawa?

Badarawuhi Trending Topic di Twitter Gara-Gara NCT Dream, Kok Bisa?

Nama Badarawuhi mendadak jadi trending topic di media sosial Twitter pada Minggu (22/5/2022) gara-gara NCT Dream.