Kategori: Nasional

Bom Tangerang Low Explosive, Diduga Terkait Perampokan BRI


Solopos.com/JIBI/Solopos/Detik

Solopos.com, JAKARTA -- Polisi masih menyelidiki penemuan bom milik perampok BRI di Jl. Korelet, Panongan, Kabupaten Tangerang. Selain berdaya ledak low explosive, bom tersebut diketahui berbentuk pipa.

"Jenisnya masih diselidiki oleh Densus," ujar Kapolres Kabupaten Tangerang, Kombes Irfing Jaya, saat dikonfirmasi, Kamis (26/12/2013).

Irfing mengatakan, menurut keterangan saksi isi tas tersebut terdapat rangkaian kabel dan pipa. Selain terdapat bahan peledak di dalamnya. "Informasi awal rangkaian kabel tersebut terlilit dari dua pipa," tuturnya.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi dan fakta yang berada di lapangan. Tas berisi bom tersebut tertinggal di warteg sebelum terjadi perampokan. "Mereka start dari warteg sebelum beraksi di Bank, kemungkinan tas tersebut tidak sengaja tertinggal," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan saksi tas tersebut tertinggal sebelum peristiwa perampokan BRI. "Sejumlah fakta-fakta di lapangan mengarah ke sana semua [perampokan BRI]," ujarnya.

Irfing mengatakan lokasi BRI yang dirampok tidak begitu jauh dari penemuan bom. Keterangan saksi di lokasi penemuan bom dan perampokan BRI memiliki kesamaan. "Ada kesamaan keterangan dari pemilik warteg dengan nasabah di Bank BRI. Selain itu lokasinya tidak berjauhan sekitar 500 sampai 600 meter," ungkapnya.

Perampokan BRI cabang Panongan terjadi pada Selasa (24/12/2013) sore saat bank akan tutup. Pelaku diduga berjumlah lima orang. Mereka berhasil menggasak uang sebanyak Rp570 juta dari bank tersebut. Belum diketahui apakah ada kaitan antara dua peristiwa ini mengingat keduanya terjadi di kawasan yang sama.

Sementara tas berisi bom rakitan itu ditemukan sang pemilik warung. Pemilik warung sempat mengamankan tas tersebut dengan niat akan mengembalikan jika pemilik tas kembali. Namun hingga siang tadi pemilik tas tak datang, pemilik warung mencoba membuka tas. Mengejutkan, ternyata tas berisi bom rakitan.

Share