BOM POSO : Polisi Waspadai Poso Basis Pelatihan Teroris
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. (JIBI/SOLOPOS/.Antara)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar. (JIBI/SOLOPOS/.Antara)

JAKARTA — Mabes Polri mewaspadai wilayah Poso, Sulawesi Tengah, dijadikan sebagai basis pelatihan teroris, menyusul pengungkapan jaringan pelaku bom bunuh diri Mapolres Poso pada 3 Juni lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, mengatakan ada tiga lokasi yang dijadikan basis pelatihan teroris di Poso yaitu Poso pesisir, Taman Jeka, dan Pegunungan Biru. “Setelah aparat keamanan memorak-porandakan lokasi pelatihan ala militer di Aceh, para pelaku teror menuju Poso untuk menjadikan Poso sebagai basis pelatihan pergerakan teroris,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (19/6).

Menurutnya, kelompok teroris Poso berasal dari berbagai daerah, termasuk bomber bunuh diri di Mapolres Poso, Zainul Arifin alias Arif Petak yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Mereka mendatangi kota pesisir tersebut dengan tujuan melakukan aksi dan latihan kelompok teror setelah Aceh. “Kami sedang selidiki ini,” katanya.

Bahkan, sebagian besar jaringan teroris Poso pernah mengenyam pelatihan di Mindanao, Filipina Selatan, sehingga mereka leluasa mengimpor senjata dari sana untuk mendukung pelatihan teror di Poso. Dari barang bukti yang disita, Polri mendapati senjata berupa senjata rakitan.

Sementara itu, Polri memastikan Zainul Arifin tidak bergerak sendiri dan sudah membulatkan niatnya jauh-jauh hari. "Memang dia utarakan diri [untuk bunuh diri] ke salah satu tersangka [yang telah ditangkap] bernama Baharudin Ahmad alias Abu Umar alias Mus'ap," jelasnya.

Jenazah pelaku bom bunuh diri itu diterbangkan ke daerah asalnya di Lamongan. Teroris

 

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom