Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Antara-Puspa Perwitasari)

Solopos.com, JAKARTA -- Aksi bom bunuh diri di Polresabes Medan, Rabu (13/11/2019), diduga dipicu kekesalan pelaku terhadap rencana larangan pengenaan cadar dan celana cingkrang oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Politikus Hanura itu menyangkalnya dan menyebutkan analisis itu hanya karangan saja.

Rabbial Muslim Nasution diduga marah karena wacana pelarangaan penggunaan celana cingkrang dan cadar. "Ya enggak lah. Kamu… saya kemarin ke UI, bagus sekali itu. Sudahlah. Kamu jangan ngarang cerita," ujar Fachrul di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Sebelumnya, mantan teroris Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin menduga ada banyak faktor yang memotivasi Rabbial Muslim Nasution melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/11/2019) pagi. Salah satunya adalah polemik celana cingkrang dan cadar.

Khairul yang sempat divonis enam tahun atas tindak pidana perampokan Bank CIMB Niaga pada Agustus 2010 silam itu menyebut kemungkinan itu. Aksi teror bom Medan oleh pemuda berusia 24 tahun itu bisa jadi karena dia geram akibat pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi soal wacana larangan PNS menggunakan celana cingkrang dan cadar.

"Bom di Polrestabes Medan terkait dengan kemarahan terhadap ucapan Menag tentang cadar dan celana cingkrang sehingga membangkitkan solidaritas di kalangan kelompok teror untuk lakukan Amaliyat Jihad," kata Khairul via pesan singkat kepada Suara.com, Rabu (13/11/2019).

Pelaku Bom Medan Pernah Unggah Video Parodi Jokowi Sumbang Kardus Indomie

Selain itu, Khairul juga menduga bom ini juga lanjutan teror yang dilakukan oleh teroris JAD, Syahrial alias Abu Rara, dan istrinya, Fitri Andriana Binti Sunarto, terhadap Wiranto saat berkunjung di Pandeglang, Banten, sebagai Menkopolhukam beberapa waktu yang lalu.

"Ini terkait juga dengan rencana pembunuhan terhadap Wiranto yang dilakukan orang Medan," tambahnya.

Bahkan, aksi Rabbial juga diyakini Khairul sebagai bentuk kemarahan atas kematian Khalifah ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi. "Juga terkait dengan kematian Al Baghdadi pemimpin ISIS, jadi balas dendam terhadap yang dianggap musuh terdekat [polisi]," jelasnya.

Bantah IPW, Mahfud MD: Masa Tiap Ada Bom Dituding Kebobolan

Meski polisi hingga kini belum mengungkap jaringan yang terikat dengan Rabbial, Khairul menduga ia terlibat dengan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

"Bom di Polrestabes Medan infonya anggota JAD yang terkait ISIS. ke depan akan terus terjadi sasaran ke aparat, apalagi kelompok medan termasuk jaringannya besar," tutup Khairul.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten