Tutup Iklan
Bocoran Rekomendasi PDIP: Yuni Pulang, Sri Mulyani Tetap Mulus
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menunjukkan bukti SK DPP PDIP tentang rehabilitasi keanggotaannya kepada wartawan saat jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis (23/1/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SEMARANG – Rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada serentak 2020 untuk empat kabupaten di Soloraya dijadwalkan keluar Rabu (19/2/2020) mendatang. Keempat kabupaten itu meliputi Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri.

Sebelumnya, keempat paslon ini sempat dipanggil ke DPP PDIP untuk menjalani wawancara. “Rencana diumumkan di Jakarta, Rabu besok,” kata Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, saat ditemui wartawan di Hotel Kesambi Hijau, Kota Semarang, Senin (17/2/2020).

Omnibus Law RUU Cilaka, Jurnalis Curiga Pemerintah Ingin Campuri Urusan Pers

Keempat paslon itu yakni Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan (Pilkada Boyolali), Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Pilkada Sragen), Sri Mulyani-Aris Prabowo (Pilkada Klaten), dan Joko Sutopo-Sriyono (Pilkada Wonogiri).

Gibran Rakabuming Tanggapi Penolakan Warga Atas Pencalonannya di Pilkada Solo

Naik Kelas

Mohammad Said Hidayat hampir dipastikan menerima rekomendasi dari PDIP. Said yang kini menjabat Wakil Bupati Boyolali itu akan berpasangan dengan Wahyu Irawan. Ia kini naik kelas menjadi calon wakil bupati dalam Pilkada Boyolali 2020.

Asal-Usul Mitos Angker Kediri Bisa Lengserkan Presiden RI, Percaya?

Lain cerita dengan di Sragen. Menilik satu dekade ke belakang, Bupati Sragen petahana, Yuni, merupakan kader PDIP mengikuti ayahnya yang juga mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Ia pernah menjadi kontestan pada Pilkada Sragen 2010 berpasangan dengan Darmawan. Namun, ia kalah dari Agus Fatchurahman yang diusung Partai Golkar.

Bukan Cuma Ular, Sungai Garuda Dihuni Bulus

Lima tahun berikutnya, Yuni maju kembali dalam kontestasi Pilkada Sragen 2015. Kali ini, ia memilih maju melalui Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pertarungan ini, Yuni yang berpasangan dengan Deddy Endriyanto berhasil mengalahkan petahana sekaligus lawannya dalam Pilkada, Agus Fatchurahman.

Yuni harus membayar kemenangan itu dengan pemecatan dirinya dari PDIP karena maju melalui Partai Gerindra dan PKS.

Penipuan Bermodus Pelunasan Utang di Wonogiri, Kakak Pelaku Ikut Jadi Korban

Pada Pilkada Sragen 2020, Yuni mendaftarkan diri sebagai calon bupati melalui PDIP. Yuni bahkan sempat meminta ampunan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Pada Januari lalu, Yuni menerima SK Rehabilitasi dari PDIP yang diteken oleh Megawati. Hal itu menandakan Yuni kembali menjadi kader PDIP. Kali ini, Yuni disebut-sebut akan menerima rekomendasi dari PDIP yang akan diumumkan Rabu mendatang.

Dulu Cuma Guyonan, Kini Bayar SPP Bisa Pakai GoPay Loh!

Jalan Mulus untuk Sri Mulyani

Majunya Sri Mulyani sebagai calon bupati Klaten relatif tidak ada ganjalan. Bupati Klaten petahana ini dipandang masih memiliki pengaruh di Kabupaten Bersinar itu.
Pada Pilkada Klaten 2015, Sri Mulyani berduet dengan Sri Hartini sebagai calon wakil bupati dan menang. Namun, belum genap setahun menjabat, mantan Bupati Klaten, Sri Hartini tersandung kasus jual beli jabatan. Ia divonis 11 bulan penjara.

50 Bidan Diduga Ikut Aborsi Janin Pakai Bahan Kimia di Septic Tank

Sri Mulyani yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Klaten, secara otomatis naik menjadi Bupati Klaten. Kini, ia dikabarkan mendapatkan restu dari PDIP untuk kembali bertarung dalam Pilkada 2020 berpasangan dengan Aris Prabowo.

Di Wonogiri, majunya Bupati Wonogiri petahana, Joko Sutopo dalam Pilkada Wonogiri 2020 diperkirakan berjalan tanpa ganjalan. Ia hampir dipastikan menerima rekomendasi dari PDIP, Rabu nanti. Ia akan berpasangan dengan Sriyono.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho