Bocoran Ahok Soal Borok Pertamina, Ditanggapi Serius Sebagian DPR
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Kalangan DPR bereaksi positif atas bocoran borok Pertamina yang diungkap Basuki Tjahaja Purnomo (BTP) alias Ahok. Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto, menilai pernyataan Basuki selaku komisaris utama PT Pertamina (Persero) itu dianggap perlu menjadi catatan serius.

Basuki Tjahaja Purnama mengungkap adanya praktik tidak sehat di tubuh Pertamina "Publik mesti melihat statement Ahok itu sebagai statment seorang komisaris di Pertamina. Dan itu saya kira wajar karena Ahok sedang menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), kata politikus PDIP itu kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, Basuki semata-mata menjalankan tupoksinya sebagai pengawas dan memberikan nasihat sebagaimana yang disebut dalam UU No.19/2003 tentang BUMN sehingga tidak perlu ada yang kebakaran jenggot apalagi sampai meminta presiden Jokowi mencopot Ahok.

Pelan-Pelan Saja Bicara Biar Partikel Corona Tak Tersebar!

Harus diakui, kata dia, memang banyak persoalan di tubuh Pertamina selama ini. "Pernyataan Ahok bisa dijadikan pintu masuk untuk melakukan evaluasi secara ketat ditubuh Pertamina," kata Darmadi.

Sementara itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan kalau seharusnya Ahok turut serta dalam membenahi Pertamina. "Nah itu dia. Sebagai komisaris utama harusnya Pak Ahok bisa ikut terlibat membenahi pertamina dari dalam," kata Baidowi.

Masalah Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya membeberkan sejumlah masalah di tubuh Pertamina. Mulai dari gaji besar pejabat nonjob Pertamina, utang perusahaan yang membengkak, hingga masalah penunjukan direksi dan komisaris.

Politikus yang akrab disapa Awiek ini memaparkan jika ada yang tidak beres dan tidak sesuai ya luruskan dan koreksi melalui mekanisme yang berlaku di internal korporasi. Sikap Ahok yang mengumbar ke publik mengenai borok Pertamina akan mengundang sorotan publik mengenai perannya di Pertamina.

Dibela 10X Entertaiment, Netizen Ragukan Kim Woo-Jin

"Seharusnya, bukan diumbar ke publik melalui media sosial. Hal itu sama halnya dengan menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Maknanya, bahwa Ahok mengumbar kesalahan/kekurangan Pertamina ke publik, itu akan membuat publik bertanya.

Apakah karena tidak mampu membenahi sehingga seolah-olah butuh dukungan publik, katanya mempertanyakan. Anggota Komisi VI DPR tersebut menyatakan kalau pernyataan Ahok tersebut bisa menyebabkan suatu sentimen negatif kepada suatu korporasi.

"Persoalan itu perlu diselesaikan bukan dibuat gaduh di publik yang itu berpengaruh terhadap sentimen negatif publik terhadap korporasi," ujarnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom