Lima warga Karanganyar (kanan) yang eksodus Wamena tiba di Ngunut RT 003 RW 006, Kelurahan/Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (13/10/2019) siang. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Bocah asal Karanganyar berinisial Z, 8, mengalami gangguan psikologis berupa trauma sepulang dari Wamena, Papua, menyusul kerusuhan di wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, melaporkan ada tiga warga Karanganyar eksodus dari Wamena yang mengalami masalah kesehatan.

Dua orang mengalami gangguan fisik dan satu orang anak berusia delapan tahun, Z, mengalami trauma. Petugas kesehatan yang memiliki keahlian psikologi klinis dari Puskesmas Karangpandan tengah menangani anak itu.

"Kami minta pendampingan intens. Laporan yang kami terima ada trauma psikologis. Ini sudah ada perbaikan. Kami percayakan kepada ahli mudah-mudahan bisa maksimal. Semua tergantung kondisi sesaat dan proses di lingkungan. Waktu penyembuhan relatif lama," tutur Cucuk, Rabu (23/10/2019).

Terungkap! Mobil Misterius di Sondakan Solo Sengaja Ditinggal Pemiliknya

Cucuk belum bisa menjelaskan seperti apa kondisi psikologis bocah yang membutuhkan pendampingan tersebut. Hingga kini belum ada laporan dari psikolog yang menanganinya.

Di sisi lain, DPRD Karanganyar meminta Pemkab fokus mendata warga Karanganyar yang ingin menetap di Karanganyar maupun kembali ke Wamena pascakerusuhan.

Komisi D DPRD Karanganyar memanggil dua dinas terkait penanganan warga Karanganyar terdampak kerusuhan di Wamena, Papua, yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar pada Selasa (22/10/2019).

Sari meminta informasi jumlah warga Karanganyar terdampak kerusuhan di Wamena, penanganan kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto, menyampaikan 40 orang atau 21 keluarga asal Karanganyar terdampak kerusuhan Wamena pulang ke Karanganyar secara bertahap.

Pipa Pertamina Meledak Tertembus Paku Bumi, Operator Meninggal Dunia

Mereka dari Kecamatan Gondangrejo, Jaten, Tawangmangu, Karangpandan, dan Kebakkramat. Mereka pulang ke kampung halaman secara mandiri maupun memanfaatkan fasilitas pemerintah.

Pemkab Karanganyar memulangkan lima warga Tawangmangu menggunakan pesawat komersial. Agus menuturkan tim Pemkab terdiri dari DKK, Dishub PKP, Disdikbud, Disdukcapil, Bakesbangpol, dan BKPSDM menggelar rapat koordinasi membahas persoalan itu dengan Sekda Karanganyar pada Selasa (8/10/2019).

Hasil rapat, Pemkab akan membantu satu anak TK, empat anak SD, dan dua anak SMP untuk kembali sekolah. Pemkab juga membantu mereka mengurus berkas kependudukan bagi warga yang kehilangan KTP dan KK atau ingin pindah domisili dari Wamena ke Karanganyar.

Pemkab menggelar audiensi dengan 20 orang perwakilan warga Karanganyar terdampak kerusuhan Wamena di Ruang Anthurium kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Rabu (16/10/2019).

Sah! Ini Daftar Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf

Dinas Sosial mendata pekerjaan mereka selama di Wamena. Tujuh orang tukang ojek, dua orang di bengkel, dua orang PNS, tujuh orang penjual jamu, delapan orang pedagang, satu orang di warung makan, satu orang sopir, satu orang magang di poliklinik kesehatan, satu ibu rumah tangga, tiga orang balita, satu anak TK, empat anak SD, dan dua anak SMP.

Pemkab juga memfasilitasi warga yang ingin mendapatkan pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Karangpandan.

"Ada dua orang PNS dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Wamena golongan III/C dan Kementerian Perhubungan. Mereka akan kembali ke Wamena apabila sudah aman," ujar dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten