Ilustrasi mayat (Solopos-Dok)

Solopos.com, SEORANG --  Bocah berusia 12 tahun yang menjadi korban penculikan berkisah kepada teman-temannya soal rasa daging manusia. Bocah asal Rusia berinisial V itu bercerita bahwa jantung manusia berasa manis.

Sejak tahun 2018 V tinggal bersama dengan Arkady Zverev, 22, yang menculiknya. Namun Zverev meninggal dalam tahanan awal tahun ini sebelum sidang atas kasus pembunuhan, kanibalisme, dan pemerkosaan dimulai.

Mengutip Okezone.com, V tidak menghadapi tuntuan hukum karena masih di bawah umur, meski V mengaku kepada polisi telah memasak dan memakan jantung seorang pria yang telah dibunuh oleh Zverev.

Ia mengatakan bahwa jantung manusia rasanya manis, sedangkan otak lebih enak.

Gadis itu juga bercerita kepada temannya bagaimana dia memasak dan memakan daging manusia dan bagian tubuh lainnya, yang kemudian diketahui bahwa korban bernama Alexander Popovich, 21.

Orang tua yang mengetahui cerita kanibalisme itu meminta V dikeluarkan dari sekolah. Gadis itu akhirnya dikirim ke panti asuhan.

“Setelah sebulan di sekolah ini bersama anak-anak kami, ia mulai memberi tahu mereka tentang rasa otak manusia. Anak saya takut pergi ke sekolah setelah berbicara dengan gadis ini," tambah orang tua lainnya. “Kami menuntut dia dikeluarkan dari desa dan dipindahkan ke sekolah khusus yang jauh dari anak-anak kami.”

Antonina Tsibulevskaya, kepala panti asuhan mengklaim V adalah anak normal tidak ada tanda-tanda menyimpang. Bahkan anak-anak lain mendekati gadis itu dan menanyakan soal kanibalismenya.

Tsibulevskaya merasa cerita kanibalisme V cuma kebohongan “biasa” yang dikatakan bocah kepada teman sekelasnya.

"Dia tidak membunuh siapa pun. Saya tahu bahwa anak-anak lain mendekatinya dan menanyainya tentang itu semua,” ujar Tsibulevskaya

Penculikan

Sebelum ditemukan tewas di selnya, Zverev mengatakan kepada pengadilan Rusia bagaimana dia mencungkil mata korbannya, merebus dan memakan jantung dan otak di bersama V yang dia panggil “pacarnya”.

Dia menjelaskan bagaimana dia menggunakan kapak untuk memotong-motong Popovich dan meletakkan kepala korban ke dalam oven dan menyalakannya dalam temperatur paling tinggi selama tiga menit.

Zverev mengaku berhubungan seks dengan bocah berusia 12 tahun yang dia culik dari resor Laut Hitam Sochi ke St Petersburg.

Zverev menunjukkan kepada detektif video mengerikan bagaimana dia membunuh korbannya di desa Novinka dekat St Petersburg.

V tidak dapat dituntut meskipun dia mengaku bahwa dia menikam korban dan membuka perutnya dengan pisau.

Galina Popovich, ibu korban, mengatakan bahwa ia telah menerima infromasi bahwa kasus pembunuhan anaknya akan ditutup karena Zverev sudah mati.

“Tersangka meninggal, dan siswi itu terlalu muda. Apa yang bisa kukatakan? Saya tidak peduli apa yang terjadi pada tersangka ini."

Surat kabar Komsomolskaya Pravda mengutip pejabat Komite Investigasi Rusia yang mengatakan V turut berperan dalam dalam pembantaian tersebut. Tetapi karena dia berusia di bawah 14 tahun, dia diinterogasi sebagai saksi di bawah umur dan akan ditempatkan di pusat penahanan khusus untuk anak-anak.

Zverev berasal dari pegunungan Altai di Siberia, sebelumnya memiliki hubungan dengan gadis di bawah umur lainnya bernama Olga Semibokova yang meninggal setelah jatuh dari jendela.

Gadis ini berusia 15 ketika mereka mulai berhubungan seks dan meninggal tahun lalu ketika dia berusia 18 tahun.

Orangtuanya menuntut agar polisi membuka kembali penyelidikan atas kematiannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten