Bocah 9 Tahun Asal Semarang Tersesat di Pasar Jongke Solo
Jajaran Polsek Laweyan saat mengamankan anak laki-laki yang tersesat di wilayah Pasar Jongke pada Minggu (2/8/2020) sore. (Istimewa/Dok Polsek Laweyan)

Solopos.com, SOLO – Polsek Laweyan mengamankan bocah laki-laki berinisial D, 9, yang tersesat di kawasan Pasar Jongke, Laweyan, Solo, pada Minggu (2/8/2020) siang. Anak itu diketahui tinggal di Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang, bersama neneknya.

Kapolsek Laweyan, AKP Ismanto Yuwono, saat dijumpai wartawan Senin (3/8/2020) mengatakan informasi penemuan anak tersebut diperoleh dari warga sekitar. Warga melaporkan ada bocah laki-laki yang tersesat di kawasan Pasar Jongke Solo.

Mendapat laporan itu, polisi bergegas menjemput anak yang kebingungan tersebut. Setelah ditelusuri, bocah laki-laki yang tersesat di Pasar Jongke Solo itu ternyata tinggal di panti asuhan wilayah Gentan, Sukoharjo.

4 Kata dari Gibran untuk 2 Cucu PB XII  yang Ingin Maju Pilkada Solo 2020

Tetapi sejak tiga bulan terakhir D tinggal bersama neneknya, SM, 55, di Banyubiru, Semarang. Sang nenek bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya bekerja di Taiwan.

"Jadi D ini tinggal di panti asuhan di wilayah Gentan sudah lama. Namun, tiga bulan terakhir anak itu tinggal ikut neneknya di wilayah Banyubiru, Kabupaten Semarang, karena masa pandemi virus corona. Memang dia anak yatim sedangkan ibunya seorang TKI di Taiwan," papar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai.

Pasar Cuplik Sukoharjo Kian Merana Digempur Covid-19

Beberapa waktu lalu D dititipkan kembali oleh neneknya ke panti asuhan di Gentan. Namun, bocah itu pergi dari panti asuhan hingga tersesat di kawasan Pasar Jongke Solo.

"Kemarin malam anak itu sudah dijemput neneknya. Karena sudah lama ikut neneknya anak itu tidak ingin tinggal di panti. Meski sudah dibujuk, anak itu tidak mau. Sekarang anak itu sudah kembali tinggal bersama neneknya. Saat dijemput ada perwakilan dari panti juga," ujar dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom