Kategori: Nasional

Bocah 7 Tahun Tidur Pulas 11 Hari, Saat Diperiksa Dokter Ternyata...


Solopos.com/Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com

Setelah menjadi pengiring pernikahan, Wyatt tidur hingga waktu yang cukup lama.

Solopos.com, KENTUCKY – Seorang bocah berusia 7 tahun, Wyatt Shaw, membuat orang tuanya panik lantaran tertidur selamai 11 hari berturut-turut. Wyatt didiagnosa mengalami kelainan otak oleh dokter.

Wyatt, bocah laki-laki dari Elizabethtown, Kentucky, tertidur lelap selama 11 hari. Sang ibu, Amy Shaw, bercerita bahwa keesookan harinya Wyatt sulit untuk dibangunkan.Ibunya mencoba membangunkannya keesokan harinya tapi dia kembali tidur setelah secara singkat mendapatkan kembali kesadarannya.

"Hari Senin saya mencoba bangunkan dia, tapi dia terus kembali tertidur. Saya memanggil namanya “Wyatt, Wyatt, Wyatt!” dan dia kembali tidur," ungkap Amy dilansir Dailymail, Rabu (18/10/2017).

Sang ibu hanya berpikir kalau putranya itu sangat lelah usai menjadi pengiring pernikahan pamannya sehari sebelumnya. Tapi, anehnya Wyatt tidur hingga waktu yang cukup lama.

Kemudian, ibunya segera membawa Wyatt ke dokter setelah menemui kejadian ini. Dokter mencoba untuk mendiagnosa kelainan yang diidap bocah itu. Tim medis menguji apakah ada sampel parasit, bakteri dan risiko penyakit menular dalam tubuhnya.

Karena gejala awalnya ditandai dengan rasa lelah berlebihan. Pada saat itu, untuk mencegah kejang, sang dokter memberikan obat. Tujuan lainnya yakni supaya Wyatt segera terbangun dari tidurnya.

Akhirnya Wyatt berhasill bangun setelah diberikan obat yang biasa dipakai untuk kejang-kejang. Dokter masih belum tahu apa yang menyebabkan Wyatt tertidur lama oleh karena itu hingga saat ini ia masih dirawat untuk berjaga-jaga.

Saat terbangun Wyatt diketahui mengalami kesulitan untuk berbicara dan berjalan sehingga harus menjalani rehabilitasi.

Hingga berita ini ditayangkan, dokter belum menemukan diagnosa pasti. Namun, pakar kesehatan mengatakan hal itu mungkin bisa akibat dari gangguan pada hipotalamus dan talamus. Hal ini dapat mengganggu pola tidur seseorang.

Sebabnya, ada kelainan otak, terutama bagian saraf yang terjadi secara mendadak. Kelainan in dapat dialami oleh orang dewasa dan anak-anak.

Umumnya, kelainan ini juga dapat terjadi akibat gangguan hormonal. Karena itu, bisa terjadi gangguan saraf otak yang sebenarnya berbahaya.

Pada kasus ringan, kelainan hipotalamus dapat diatasi dengan terapi. Namun, sebaliknya, pada kasus berat pasien bisa mengalami kelainan permanen yang sangat mengganggu hidupnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf