Bocah 4,5 Tahun Asal Sragen Meninggal, Diduga Tersetrum

Seusai bermain air, seorang bocah berusia 4,5 tahun menginjak kabel yang teraliri listrik dan meninggal diduga tersetrum.

 Kapolsek AKP Hasto Broto berdialog dengan keluarga korban di dekat peti jenazah korban bocah 4,5 tahun yang meninggal dunia diduga karena tersetrum di Dukuh Kendal, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, Rabu (10/8/2022) malam. (Istimewa/Polsek Ngrampal)

SOLOPOS.COM - Kapolsek AKP Hasto Broto berdialog dengan keluarga korban di dekat peti jenazah korban bocah 4,5 tahun yang meninggal dunia diduga karena tersetrum di Dukuh Kendal, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, Rabu (10/8/2022) malam. (Istimewa/Polsek Ngrampal)

Solopos.com, SRAGEN—Seorang bocah berusia 4,5 tahun di Dukuh Tunjungsari, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen meninggal dunia.

Diduga, bocah itu meninggal karena tersengat arus listik seusai bermain air, Rabu (10/8/2022) lalu. Korban diduga menginjak kabel beraliran listrik sepanjang empat meter di dalam kamar.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Ngrampal AKP Hasto Broto kepada Solopos.com, Kamis (11/8/2022), mengungkapkan peristiwa itu bermula saat Polsek Ngrampal menerima informasi adanya bocah laki-laki meninggal dunia diduga tersengat listrik pada Rabu petang.

Dia mengatakan polisi menyelidiki informasi itu dan ternyata benar ada bocah bernama Muhammad Jovan Arrahman yang berumur 4,5 tahun meninggal di rumah neneknya, di Dukuh Tanjungsari, Gabus, Ngrampal.

“Korban sebenarnya tinggal di Dukuh Kendal, Desa Bandung, Ngrampal. Polisi mendatangi rumah korban dan mendapati korban sudah dikafani dan dimasukkan ke peti jenazah. Pihak orang tua kandung sudah menerima musibah itu dan membuat pernyataan untuk tidak menuntut kepada siapa pun. Kemudian jenazah dimakamkan,” ujar Hasto.

Hasto mengecek di rumah nenek korban yang menjadi lokasi kejadian perkara. Dari keterangan beberapa saksi, jelas Hasto, sebelum tersetrum korban bermain air keran di depan rumah neneknya. Dia melanjutkan baju dan celanannya basah semua setelah bermain air yang disemprotkan ke halaman depan rumah dengan menggunakan selang. Kemudian korban meninggalkan keran air itu dan masuk ke rumah nenek.

“Kemudian ada anak yang memberitahu keluarga korban kalau korban tidur di lantai dalam kondisi baju dan celana basah. Korban diketahui dalam posisi terlentang di lantai dan kaki kanan mengenai kabel sepanjang empat meter. Keluarga berteriak meminta tolong kepada tetangga dan setelah dicek ternyata korban sudah meninggal dunia,” jelas dia.

Dia menerangkan kejadian itu diketahui sekitar pukul 12.00 WIB. Kapolsek menemukan kabel sepanjang 4 meter sebagai barang bukti.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Shopee Barokah Diluncurkan, Bidik Konsumen Islami

      Selain menunjang kebutuhan ibadah, Shopee Barokah diklaim menjadi rumah bagi produk-produk halal dari pengusaha lokal.

      Gibran Tegaskan Pembangunan Masjid Sriwedari Solo Segera Dilanjutkan

      Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, akan mengembalikan Sriwedari sebagai ruang publik. Ia juga berkomitmen melanjutkan pembangunan Masjid Sriwedari yang sempat terhenti.

      Dipancing Rp17,5 Juta, Bisa Keluar Rp35 Juta untuk Rehab RTLH di Sragen

      Bupati Sragen mengapresiasi gotong royong an swadaya masyarakat dalam menyukseskan program tuntas kemiskinan (Tumis) di Desa Jabung, Kecamatan Plupuh.

      Mencuri Ponsel untuk Berfoya-Foya, Residivis Asal Ceper Klaten Ditangkap Polisi

      Residivis pencurian ponsel asal Ceper, Klaten, ditangkap Tim Satreskrim Polres Klaten setelah beraksi di wilayah Kecamatan Bayat.

      Kodim Karanganyar Serahkan Bantuan untuk 12 Eks Napiter

      Dalam rangka HUT ke-77 TNI, Kodim 0727/Karanganyar menyerahkan bantuan paket sembako kepada para eks napi terorisme (napitr), warakawuri, dan veteran.

      Kementan: 14,8 Juta Ternak Harus Dipasangi Anting Ear Tag Tahun Ini

      Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan sebanyak 14,8 juta ternak dipasangi anting ear tag atau penanda identitas hingga Desember 2022.

      Kirab Grebeg Maulud Solo Kembali Digelar, 150 Petugas Keamanan Disiagakan

      Diprediksi bakal dipadati ribuan warga, acara Grebeg Maulud di Keraton Solo akan dikawal oleh 150 personel gabungan untuk mengamankan jalannya acara yang kali pertama digelar sejak pandemi Covid-19.

      Respons Putusan MA, Komunitas Sriwedari Desak Pemkot Solo Lakukan Revitalisasi

      Forum Komunitas Sriwedari (Foksri) meminta Pemkot Solo segera menindaklanjuti putus MA soal tanah Sriwedari dengan langkah-langkah konkret. Langkah tersebut melalui revitalisasi.

      Jembatan Sasak Sukoharjo Rusak Diterjang Hujan, Perbaikan Tunggu Air Surut

      Jembatan sasak pertama di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo rusak karena diterjang hujan, Kamis (6/10/2022).

      Cakades di Sragen Curi Start Kampanye, Panitia Pilkades: Yang Penting Kondusif

      Para cakades yang akan bersaing di pilkades serentak di Sragen sudah curi start dengan memasang baliho kampanye. Panitia Pilkades tak mempersoalkan itu sepanjang tidak ada protes dari para cakades.

      Tanggulangi Wabah PMK di Boyolali, Pemkab Mulai Data Ternak Sapi dan Kerbau

      Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai melakukan penandaan dan pendataan hewan pascapenurunan data penyakit mulut dan kulit (PMK) di Boyolali.

      Menunggu Pelanggan, 2 PSK Paruh Baya Terjaring Operasi Pekat di Solo

      Dua perempuan pekerja seks komersial mendapatkan pembinaan setelah terjaring razia pekat Polsek Banjarsari, Solo. Keduanya bukan berasal dari Solo.

      Transformasi Jabung, Salah Satu Desa Termiskin di Sragen yang Kini Naik Kelas

      Program tuntas kemiskinan (Tumis) yang untuk kali pertama dilakukan Pemkab Sragen dinilai berhasil mengentaskan Desa Jabung di Kecamatan Plupuh dari kemiskinan. Kini semua warganya berada di atas garis kemiskinan.

      Hore! Kasus PMK Boyolali Melandai, Nol Penambahan hingga Oktober Ini

      Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Boyolali mulai melandai disusul dibukanya Pasar Hewan di Boyolali.

      Di Jateng, Cuma Sragen & Wonogiri yang Dapat Apresiasi KASN Soal Lelang Jabatan

      Hanya Pemkab Sragen dan Wonogiri yang mendapatkan penghargaan dari KASN terkait pengisian jabatan eselon II kategori baik.