Sejumlah polisi menggali informasi tentang kronologi penemuan mayat Muhammad Nuhan, 2,5, yang tenggelam di Bengawan Solo, Dukuh Karangdowo, Kecik, Tanon, Sragen, Senin (6/5/2019). (Istimewa/Polres Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang bocah berusia 2,5 tahun, Muhammad Nuhan, warga Dukuh/Desa Gawan RT 012, Tanon, Sragen, ditemukan https://soloraya.solopos.com/read/20190402/493/982488/bocah-sd-kalap-saat-cari-ikan-di-kalijaran-klaten-" title="Bocah SD Kalap Saat Cari Ikan di Kalijaran Klaten">mengapung di perairan Bengawan Solo, Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Tanon, Senin (6/5/2019) pukul 09.00 WIB.

Bocah itu meninggal diduga karena tenggelam saat bermain di pinggir sungai. Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan kepada wartawan, Senin siang, menjelaskan Muhammad Nuhan dititipkan orang tuanya kepada neneknya pada pukul 06.30 WIB.

Saat itu Nuhan diketahui neneknya bermain di dalam rumah dan neneknya berada di teras. Nenek Nuhan memanggil-manggil Nuhan pada pukul 07.00 WIB tetapi tidak ada jawaban.

“Si nenek kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mencari korban. https://soloraya.solopos.com/read/20190328/493/981437/nenek-nenek-kenaiban-klaten-tercebur-sungai-ditemukan" title="Nenek-Nenek Kenaiban Klaten Tercebur Sungai Ditemukan">Pencarian dilakukan di sekitar kolam dan pinggir Bengawan Solo tetapi tidak ditemukan,” ujarnya.

Pada pukul 09.00 WIB, ada seorang warga di Dukuh Karangdowo, Kecik, Sumiyati, 55, tengah mencuci tikar di pinggir Bengawan Solo. Ia kaget melihat sosok mayat bocah yang mengapung dalam posisi telungkup.

“Warga itu berteriak meminta tolong kepada Sunardi dan warga lainnya untuk mengangkat mayat bocah itu. Bocah itu masih mengenakan baju warga hijau. Kabar temuan mayat itu sampai ke warga Gawan yang sejak pagi mencari bocah yang hilang. Setelah keluarga mengecek ternyata mayat bocah itu tidak lain Muhammad Nuhan yang mereka cari,” ujar Agus, dibenarkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono yang menerjunkan tim untuk asessment di rumah duka.

Agus melanjutkan Polsek Tanon langsung berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres https://semarang.solopos.com/read/20190304/515/975794/jasad-pemuda-lemah-mental-hanyut-20-km-hingga-sungai-serayu" title="Jasad Pemuda Lemah Mental Hanyut 20 Km Hingga Sungai Serayu">Sragen dan Puskesmas Tanon I untuk pemeriksaan jenazah. Dia mengatakan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga kematian bocah itu diduga karena tenggelam.

Jenazah Nuhan diserahkan kepada keluarga dan keluarga pun sudah menerima dengan ikhlas kepergian Nuhan. Sugeng menambahkan keluarga Nuhan termasuk keluarga tidak mampu. BPBD menyerahkan bantuan bahan pangan kepada keluarga korban untuk meringankan beban keluarga tersebut.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten