Bocah 14 Tahun Cabuli Bayi di Panti Asuhan Gegara Sering Lihat Ibu Berhubungan Seks
Ilustrasi bayi. (Freepik)

Solopos.com, WASHINGTON — Seorang remaja laki-laki, 14, tega mencabuli bayi perempuan yang berusia tiga pekan di Panti Asuhan Kleins di Ocala Florida, Amerika Serikat pada Maret 2019 lalu. Aksi bocah itu terekam oleh kamera CCTV yang di pasang oleh pihak panti asuhan.

Dikutip dari The Sun, Senin (19/10/2020), kamera tersebut merekam anak laki-laki tersebut melakukan pencabulan terhadap bayi perempuan selama lebih dari 20 menit pada Maret 2019.

Petugas medis juga mengonfirmasi bahwa bayi perempuan itu menjadi korban pencabulan remaja laki-laki tersebut. Kejadian ini membuat seorang pengacara dari Justice For Kids, Stacie Schmerling, menggugat pengelola panti asuhan ini.

Terserempet Pikap dan Tertabrak Truk, Kepala SDN 2 Gondang Sragen Meninggal

Menurut Stacie, peristiwa seperti itu seharusnya tidak pernah terjadi. "Tragedi ini seharusnya tidak pernah terjadi," kata Stacie.

Stacie mengatakan bahwa panti asuhan harusnya lebih bertanggung jawab melindungi bayi tersebut. Terlebih, panti asuhan tahu sebelumnya bocah laki-laki itu pernah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kecil lainnya.

Diketahui, panti asuhan itu mengadopsi bocah laki-laki tersebut pada 2011. Pada 2013, saat usianya yang baru sembilan tahun, bocah laki-laki itu melakukan pelecehan seksual kepada anak lima tahun.

Tangani Banjir, 22 Tentara Termasuk Jenderal Hilang Tertimbun Tanah Longsor

Diduga, bocah laki-laki tersebut terpapar pornografi dari ibu kandungnya. Di mana ibunya diduga sering melakukan hubungan seks di depan bocah tersebut.

Dianggap Gagal

Pengelola Panti Asuhan The Kleins, Organisasi Kid Central & The Centres, dianggap gagal melakukan evaluasi psikologis untuk remaja laki-laki tersebut. Organisasi ini juga dituduh mengadopsi anak-anak bermasalah ke Panti Asuhan Kleins, meskipun anak tersebut memiliki masalah psikologis.

Seorang ahli syaraf anak, Thomas Dikel, mengatakan dampak psikologi pencabulan pada bayi di panti asuhan itu akan tetap ada. Walaupun, bayi tersebut masih kecil dan tidak mengingat kejadian itu.

"Dampaknya akan tetap ada. Otak anak berkembang untuk bertahan di lingkungan tempatnya ditempatkan. Ia perlu mengetahui apa yang diharapkan dari dunia, apakah itu tempat yang aman atau berbahaya," kata Dikel.

Kejam, Ibu Muda Dibunuh Temannya & Bayinya Diambil Paksa dari Rahim yang Dirobek

Dikel juga mengatakan apa yang dialami bayi tersebut merupakan hal yang mengerikan. Bayi itu mungkin saja merasa kesakitan selama dia dicabuli selama 20 menit. Bahkan bisa membuat bayi perempuan mati.

"Apa yang bayi itu alami sangat mengerikan dan menakutkan. Sejauh itu, dia akan mati," kata Dikel.

Meski masih dibawah umur, Remaja laki-laki itu tetap akan diadili dan didakwa karena telah mencabuli bayi di panti asuhan. Hanya saja, proses pengadilannya tidak dipublikasikan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom