Bobol Pabrik Batik, 2 Warga Sangkrah Solo Mencuri 157 Alat Cap Senilai Rp75 Juta
Kapolsek Serengan (dua dari kiri) Kompol Suwanto menunjukkan barang bukti berupa alat cap batik yang dicuri dua warga Sangkrah di Mapolsek Serengan, Solo, Senin (24/8/2020) siang. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Dua warga Kampung Sawahan, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Mulyono, 40, dan Agus Santoso, 35, nekat membobol pabrik batik dan mencuri 157 alat cap senilai Rp75 juta.

Keduanya beraksi pada 11 Juni di pabrik batik milik Teddy Priyonugroho, warga, Jayengan, Serengan, Solo. Mereka ditangkap Unit Reskrim Polsek Serengan, Solo, sembilan hari kemudian atau 20 Juni 2020.

Kapolsek Serengan Kompol Suwanto dalam konferensi pers di Mapolsek Serengan, Senin (24/8/2020) siang, mengatakan dua pelaku itu merupakan rekan satu kampung yang biasanya berjualan rosok.

Waduh! Gara-Gara 1 Orang Ngeyel, 14 Warga Tasikmadu Karanganyar Positif Covid-19

Dua warga Sangkrah berkomplot membobol dana mencuri 157 alat cap batik. Sebelum mencuri, mereka memantau kondisi sekitar gudang dan pabrik tempat kejadian perkara (TKP).

"Mereka bukan pegawai gudang batik atau eks pegawai gudang batik itu. Sebelum beraksi mereka memantau kondisi sasaran pencurian. Mereka melihat-lihat lokasi naik sepeda motor. Saat dirasa aman, mereka membobol tembok gudang bermodal obeng, tembok gudang itu sudah tua," ujar dia mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Ia menambahkan saat kedua pelaku berhasil masuk ke dalam gudang itu, salah satu pelaku kembali pulang mengambil alat-alat angkut barang seperti bronjong.

Rumah Korban Pembunuhan Di Duwet Sukoharjo Terus Didatangi Warga, Bupati Kirim Karangan Bunga

Setelah mencuri alat cap batik, dua warga Sangkrah itu menyimpan barang curian itu disimpan selama satu hari baru kemudian dijual kepada salah seorang warga Serengan berinisial M.

Dijual Rp15 Juta

Menurut Kapolsek, dua pelaku dan M tidak saling mengenal. Dua tersangka itu hanya menawarkan barang-barang antik. Menurutnya, saat ini M juga telah diproses hukum.

"Alat cap bahan tembaga ini harganya Rp300.000 hingga Rp500.000. Tetapi, tersangka hanya menjual senilai Rp100.000 setiap alat cap," papar Kapolsek.

Hasil Survey: Warga Wonogiri Khawatir Covid-19, Tapi Tak Disiplin Jalankan Protokol

Dari hasil penjualan barang curian itu, dua warga Sangkrah yang mencuri alat cap batik di Serengan hanya mendapat Rp15 juta yang dibagi dua. Uang itu digunakan pelaku untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini berkas kasus pencurian itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo dan sudah dinyatakan lengkap atau P21. Dalam waktu dekat, kasus ini akan memasuki persidangan.

Sementara itu, korban pencurian, Teddy Priyonugroho, mengatakan alat-alat cap batik itu merupakan warisan leluhurnya. Setelah dicuri, tempat produksi batik miliknya masih berjalan namun produksi batiknya terbatas pada motif-motif tertentu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom