Tutup Iklan

BOB Hadirkan Camping Fasilitas Ala Hotel di Bukit Menoreh

 Agus Rochiyardi, Kepala Pemasaran Pariwisata BOB (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Agus Rochiyardi, Kepala Pemasaran Pariwisata BOB (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Badan Otorita Borobudur (BOB) menghadirkan Glamorous Camping (Glamping) di kawasan Perbukitan Menoreh yang diberi nama De’Loano. Glamping yang dibuka sejak pertengahan Februari 2019 ini merupakan program kerja perdana BOB.

Glamping perdana ini terletak di kawasan Mangkusedayu, Purworejo, dengan menggunakan luas lahan hingga 2 hektare. BOB sendiri memiliki tugas untuk mengelola dan mengembangkan kawasan Perbukitan Menoreh seluas 309 hektare.

BOB sendiri merupakan badan yang terbentuk dari Peraturan Presiden No. 46/2017 dan berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata.

“Dengan lahan seluas itu, apabila kami [BOB] mau mendirikan hotel atau resorts membutuhkan waktu yang lama dan membangunnya tidak bisa cepat. Oleh karena itu kami harus membuat perencanaan jangka pendek, dengan mencoba membuat Glamping (glamourous camping). Glamping ini persis dengan camping biasa tapi fasilitasnya dibuat seperti hotel,” tutur Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi, dalam rilis yang diterima solopos.com, Jumat (4/10/2019).

Glamping De’Loano di kawasan Perbukitan Menoreh, Purworejo, yang dikembangkan oleh Badan Otorita Borobudur. (Istimewa)

Glamping De’Loano di kawasan Perbukitan Menoreh, Purworejo, yang dikembangkan oleh Badan Otorita Borobudur. (Istimewa)

Agus menuturkan Glamping dikategorikan sebagai nomadic tourism atau wisata alam yang bisa berpindah tempat. Glamping dihadirkan sebagai pendukung ekowisata yang cocok dengan lingkungan dan alam Indonesia.

Menurut Agus, Indonesia yang terdiri dari lebih 17.000 pulau, banyak memiliki pulau-pulau yang indah. Namun hingga saat ini belum terekspose oleh pariwisata karena aksesibilitas dan amenitasnya sulit serta mahal.

“Tentunya nomadic tourism ini kami garap semaksimal mungkin karena di Jogja bisa dikatakan sebagai sesuatu yang baru,” jelas Agus.

Nama De’Loano Glamping diambil dari nama wilayah yang terletak di antara tiga kabupaten yakni Kulonprogo, Purworejo, dan Magelang. De’Loano Glamping dilengkapi dengan 11 tenda, di mana tenda bisa muat untuk enam orang.

Glamping ini dilengkapi fasilitas tempat tidur dan lampu layaknya kamar hotel dan dilengkapi dengan musala, toilet, dinning room, dan meeting room berkapasitas sekitar 70 orang.

Di sini wisatawan akan disuguhi dengan berbagai macam kegiatan. Glamping nantinya akan dijual per paket , mulai 2 hari 1 malam, 3 hari 2 malam atau paket 4 hari 3 malam dengan biaya sekitar 350.000 hingga 400.000 per orang /malam sudah termasuk tiga kali makan

Saat ini BOB sudah membina tujuh desa untuk membuat kegiatan-kegiatan yang ada di sana. Tujuh desa tersebut terdiri dari Kulonprogo dua desa, Magelang dua desa, dan Purworejo tiga desa.

“Kami mencoba mencari apa yang terbaik dari desa ini yang bisa disajikan untuk camping. Bisa dari kuliner, kesenian atau batik. Dengan adanya pariwisata ini, bagaimana sustainability terjamin, bagimana caranya bisa terus menerus berkembang sehingga perekonomian masyarakat meningkat,” jelas Agus.


Berita Terkait

Berita Terkini

Girpasang, Pesona Kampung Terisolir di Lereng Merapi

Kampung terisolasi di lereng Gunung Merapi, Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menjadi magnet orang-orang karena panorama alam dipadu kearifan lokal.

Glamour Camping di Lawu Park Tawangmangu, Cara Kemah Semewah Hotel

The Lawu Park memiliki fasilitas glamour camping untuk para wisatawan yang ingin berkemah di alam namun tetap mewah dan tak perlu repot.

Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Keberadaan Museum Tumurun menjadi penanda bangkitnya seni rupa di Kota Solo, Jawa Tengah,

Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

Kota Semarang memiliki kampung batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, dengan pengrajin batik yang mulai tumbuh.

Penampakan Kafe Jamu Nguter Sukoharjo, Tempat Nongkrong Cozy Dengan Minuman Menyehatkan

Kafe Jamu Nguter di dekat Pasar Nguter Sukoharjo menawarkan minuman tradisional yang menyehatkan dengan tempat yang cozy dan modern.

Sajikan Rasa Dan Nama Kekinian, Kafe Jamu Nguter Sukoharjo Digandrungi Milenial

Kafe Jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, menyediakan aneka minuman jamu dengan rasa dan nama unik serta kekinian guna menarik kaum milenial.

Perjalanan Industri Jamu Nguter Sukoharjo, Dari Jamu Gendong Hingga Kafe

Industri jamu Nguter, Sukoharjo, telah melewati perjalanan panjang mulai dari produksi dengan pemasaran menggunakan jamu gendong hingga kafe.

Uniknya Kerajinan Limbah Organik, Suvenir Khas Desa Wisata Kandri

Ada berbagai kegiatan ekonomi kreatif warga di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang seperti pembuatan kuliner hingga beragam kerajinan.

Di Kali Pusur Klaten, River Tubing Bisa Bayar Pakai Sampah

River tubing atau susur sungai di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten bisa dilakukan hanya dengan membayar menggunakan sampah.

Dari Polanharjo hingga Tulung, Ini Deretan Wisata Air Alami di Klaten

Kecamatan Polanharjo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bisa disebut sebagai gudangnya wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Menjelajah Jejak Peradaban Hindu-Budha di Dataran Tinggi Boyolali

Menjelajah jejak peradaban Hindu-Budha di dataran tinggi Boyolali.

Menarik, Belanja Bisa Lanjut Wisata Tubbing dan Petik Buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Belanja bisa melanjutkan wisata tubbing dan petik buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Harapannya pemerintah memberikan perhatian dan minat khusus sehingga Desa Wisata Batik Girilayu bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Kisah Perjalanan Batik Girilayu Hingga Jadi Produk Khas Karanganyar

Kampung Batik Girilayu berbenah perlahan setelah tumbuh pengusaha baru batik, dimulai dari pembentukan kelompok.

Belanja Makin Asyik Pakai Koin Gerabah di Pasar Pinggul Klaten

Pasar ini hanya digelar sekali dalam selapan (35 hari), yakni Minggu Legi dengan jam buka relatif singkat, mulai pukul 05.30 WIB-10.00 WIB.