Tutup Iklan
BNPB Minta Pemimpin Daerah Tegas Atasi Banjir Jabodetabek
Polisi mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). (Antara-Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti banyaknya warga di lokasi banjir Jabodetabek yang enggan mengungsi. Situasi ini dinilai menyulitkan evakuasi saat situasi telanjur genting.

Banjir di beberapa wilayah Jabodetabek ini menimbulkan banyak kerusakan serta korban jiwa sejak Rabu (1/1/2020). Sebanyak 62.453 orang mengungsi di 308 titik pengungsian tersebar di 49 Kelurahan dan 34 Kecamatan Provinsi DKI Jakarta.

Walaupun banyak yang telah mengungsi, tidak sedikit warga yang tetap bertahan di rumah mereka untuk menjaga harta benda masing-masing. Namun ketika memilih untuk bertahan di rumah, kebutuhan makanan, minuman, air bersih serta pakaian menjadi terbatas.

Kepala BNPB Doni Monardo mengharapkan ketegasan para pemimpin daerah dalam mengingatkan masyarakat untuk mengungsi. Apalagi melihat prediksi cuaca ekstrem yang masih akan terus terjadi hingga pertengahan Februari 2020, banjir masih berpotensi terulang.

“Sangat diharapkan ketegasan para pemimpin daerah untuk mengingatkan masyarakat. Harta penting tetapi nyawa lebih penting,” ujar Doni yang dirilis melalu pernyataan tertulis Humas BNPB.

Belajar dari pengalaman di Konawe Utara, bupati, kepala dinas, camat, dan kepala desa memaksa penduduk agar mau dievakuasi dan mengungsi. Ketika air hujan dan air bah datang, rumah-rumah hanyut terbawa arus namun tidak memakan korban.

Tidak hanya pemimpin daerah, Doni juga menegaskan bahwa merupakan tugas media sebagai salah satu komponen Pentahelix untuk terus mengingatkan masyarakat melalui pemberitaan, termasuk mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Doni mengimbau bagi masyarakat yang berada di tempat relatif rendah atau dulu pernah menjadi kasawan penimbunan harus terus waspada karena air akan kembali mencari tempat semula.

Untuk masyarakat yang tinggal dekat daerah aliran sungai, Doni menyarankan mereka jangan ada di rumah saat banjir dan mengikuti arahan tim evakuasi untuk mengungsi di posko yang telah tersedia.

Sumber: BNPB


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho