BNPB: Banjir Jakarta karena Pengambilan Air Tanah Berlebihan
Kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). (Antara-Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan pengambilan air tanah secara berlebihan menjadi salah satu faktor penyebab banjir Jakarta. Akibat penyedotan air tanah itu, terjadi penurunan muka tanah selama puluhan tahun.

"[penyebab banjir Jakarta] Pengambilan air tanah yang cukup banyak berimbas pada penurunan permukaan daratan di Jakarta sehingga menjadi salah satu penyebab banjir," kata dia di Jakarta, Selasa (24/2/2020).

Dia mengatakan jika dibandingkan 20-30 tahun lalu, daratan di Ibu Kota telah mengalami penurunan. Bahkan, pada waktu itu sebagian besar wilayah Jakarta masih berada di atas permukaan laut.

Ide Susur Sungai Sempor SMPN 1 Turi Tercetus Malam Sebelum Kejadian

"Sekarang datanya sudah mengalami penurunan [tanah]. Salah satunya karena pengambilan air tanah yang cukup banyak tadi," ujar dia.

Daratan yang lebih rendah dibandingkan permukaan laut tadi menyebabkan air sulit untuk keluar dari tanah menuju laut. Persoalan tersebut diakuinya tidak bisa dikerjakan satu lembaga saja, namun harus ada kesadaran kolektif.

Kondisi itu diperparah dengan masih banyak tempat yang aliran airnya tersumbat, drainase tidak lancar, hingga sungai-sungai dipenuhi sampah akibat perilaku buruk masyarakat.

Ombudsman: Enggak Mungkin Kepala SMPN 1 Turi Tak Tahu Susur Sungai

"Berdasarkan data kira-kira tujuh bulan yang lalu sejumlah sungai-sungai di Jakarta dan Bekasi dipenuhi sampah," katanya.

Pola perilaku masyarakat berpengaruh besar terhadap kondisi sungai-sungai tercemar itu. Meski banyak komunitas yang bergerak membersihkannya, namun sampah tetap kembali dibuang ke sungai.

Pahlawan Siswa SMPN 1 Turi, Kodir Kaget Dapat Rp10 Juta, Sudiro Sumbangkan ke Masjid

"Setelah dibersihkan ada yang kembali membuang ke sungai. Akibatnya sampah itu menutupi aliran sungai dan ketika musim hujan seperti sekarang menjadi pemicu banjir," ujar dia.

Untuk mengatasi itu, Doni menyarankan agar pihak-pihak terkait memberdayakan lebih banyak lagi mesin pompa sehingga air tersebut bisa dialirkan ke laut. Selain itu, penanaman vegetasi atau tanaman tertentu di pinggir pantai Jakarta masih diperlukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana karena dapat menyerap air.

Kisah 3 Kakek-Kakek Penyelamat 25 Siswa SMPN 1 Turi Sleman dari Susur Sungai Sempor

"Ketika tidak ada tanaman sama sekali dan curah hujan tinggi maka langsung menerpa tanah dan akibatnya tidak ada resapan," ujarnya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho