BNPB: Banjir di Pekalongan Berangsur Surut

BPBD Kabupaten Pekalongan melalui BNPB menginformasikan kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (19/1/2022) sore.

Kamis, 20 Januari 2022 - 22:41 WIB Editor: Imam Yuda Saputra | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan. (Solopos.com-Humas BNPB)

Solopos.com, PEKALONGAN — Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), berangsur-angsur surut, Kamis (20/1/2022). Banjir yang mengakibatkan kerusakan rumah warga itu terjadi sejak Rabu (19/1/2022) sore, sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan yang diinformasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis pukul 19/45 WIB, tercatat ada dua rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Sedangkan 8 rumah mengalami kerusakan sedang, dan 747 rumah mengalami kerusakan ringan.

“Berdasarkan pantauan BPBD [Kabupaten Pekalongan] hingga malam ini [Kamis], masyarakat masih bergotong royong membersihkan sampah dan material lumpur yang terbawa banjir di rumah warga dan lingkungan sekitar,” tulis Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Kamis malam.

Baca juga: Banjir Landa Kota Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi

Sementara itu, BPBD setempat bersama dengan para relawan membantu menyuplai air bersih kepada warga terdampak. Wilayah genangan banjir teridentifikasi pada sejumlah desa di tujuh kecamatan. Desa terdampak berada di Desa Pungangan di Kecamatan Doro, Kayupuring di Kecamatan Petungkriyono, Desa Bantar Kulon, Sidomulyo dan Tembelanggunung di Kecamatan Lebakbarang, Desa Galang Pengampon di Kecamatan Wonopringgo, Kelurahan Kedungwuni Timur di Kecamatan Kedungwuni, Desa Pesanggarahan di Kecamatan Wonokerto dan Desa Kutosari di Kecamatan Karanganyar.

Banjir terjadi setelah hujan lebat yang menyebabkan debit air Sungai Sengkarang meluap sehingga menyebabkan 235 warga mengungsi. Sedangkan, jumlah total warga terdampak mencapai 747 KK atau 3.056 jiwa. BPBD telah memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi maupun terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat kejadian banjir tersebut.

Saat banjir berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan dan aparat desa serta kecamatan melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman. Personel BPBD juga melakukan kaji cepat terhadap dampak dan kebutuhan warga saat tanggap darurat. Di samping itu, mereka membuat tanggul darurat dengan karung tanah pada beberapa titik untuk menghindari meluasnya genangan.

Baca juga: Viral Air Banjir di Pekalongan Berwarna Merah, Ternyata Ini Penyebabnya

Prakiraan cuaca di wilayah Pekalongan masih terpantau berpotensi hujan ringan pada esok hari, Jumat (21/1). Oleh karena itu, pemerintah daerah dan warga diharapkan tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi potensi banjir susulan.

Pada analisis kajian inaRISK, wilayah Kabupaten Pekalongan teridentifiksi memiliki 16 kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sejumlah wilayah yang terdampak banjir termasuk ke dalam kecamatan dengan potensi tersebut, seperti di Kecamatan Doro, Karanganyar, Wonopringgo dan Kedungwuni.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif