Petugas BNNP Jawa Timur menyita barang bukti narkoba dari tangan kedua pengedar narkoba di Madiun, Jumat (26/4/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menangkap dua pengedar narkoba di Kota Madiun, Jumat (26/4/2019) malam. Petugas menyita 65 gram sabu-sabu, 30 butir pil ekstasi, dan 10 gram ganja dari kedua pengedar tersebut.

Kedua pengedar yang ditangkap yaitu Fajar Budiyanto, 43, warga Kota Madiun, dan Arianti, 32, warga Semarang, Jawa Tengah. Arianti sendiri diketahui bekerja sebagai pemandu lagu (PL) di salah satu tempat hiburan malam.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jatim, AKBP Wisnu Wardana, mengatakan penangkapan ini merupakan pengembangan dari informasi BNNK Nganjuk. BNNK Nganjuk wilayahnya sampai di Madiun.

"Ada satu jaringan yang beroperasi di wilayah Madiun. Jaringan ini beroperasi untuk area Madiun," jelas dia kepada wartawan di Hotel Bali Kota Madiun.

Wisnu Wardana menyampaikan berdasarkan hasil penyidikan, barang haram yang dibawa pelaku bersumber dari Surabaya. Sedangkan peredarannya dikendalikan oleh seorang narapidana yang masih menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Madiun.

Pelaku Fajar Budiyanto ditangkap petugas BNNP saat di Terminal Madiun. Saat ditangkap, Fajar baru selesai melakukan transaksi dengan salah satu konsumennya. Saat penggeledahan ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu di dalam saku celananya.

Kemudian penggeledahan dilanjutkan di kamar indekos pelaku di Jl. Srijaya dan di kamar tersebut ditemukan seorang wanita bernama Arianti. Wanita itu diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba ini.

"Statusnya dua pelaku itu suami istri belum jelas. Yang jelas, ditemukan di kos-kosan," ujarnya.

Dia mengaku penyidik telah mengantongi nama bandar yang mengendalikan narkoba di balik LP Madiun. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim untuk menggelar penyidikan peredaran narkoba di LP Madiun.

Menurut Wisnu peredaran narkoba yang dikendalikan melalui LP Madiun ini cukup tinggi pada tahun 2019 ini. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Kanwil Kemenkumham untuk membongkar jaringan ini.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten