BNN Jateng Rampas Aset Warga Banyumas, Ini Pasalnya...
Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Benny Gunawan (tengah), saat menggelar jumpa pers terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil narkoba di Kantor BNN Kabupaten Banyumas, Kamis (18/2/2021). (Semarangpos.com-Humas BNN Provinsi Jateng)

Solopos.com, PURWOKERTO — Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menyita aset senilai ratusan juta rupiah milik warga Banyumas, Budiman alias Bledeg. BNN Jateng menganggap Budiman alias Bledeg terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari peredaran narkoba.

Pria berusia 43 tahun yang saat ini berstatus narapidana LP Kelas IIA Purwokerto itu sudah terlibat peredaran narkoba sejak 2004 silam. Ia bahkan berulang kali mendekam di penjara karena kasus peredaran narkoba.

Budiman alias Bledeg ditangkap kali pertama pada 2004 oleh Polres Banyumas dan menjalani hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Lalu, pada 2013 Bledeg kembali ditangkap Polres Purbalingga dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Terakhir, ia ketahuan mengedarkan narkoba pada 2019 dan divonis hukuman 8 tahun 4 bulan penjara.

Baca Juga: Peluang Bisnis Makanan Beku

Meski demikian, Bledeg tak kunjung jera. Ia justru menjalankan aksinya dari balik jeruji penjara sejak 2016 lalu. Akan tetapi pada 30 Januari 2021 lalu, BNN Jateng dan BNN Kabupaten Banyumas berhasil mengungkap bisnis peredaran narkoba Bledeg yang dijalankan dari balik jeruji penjara.

Bledeg menjalankan bisnis narkoba dengan cara menerima pembayaran dari pembeli melalui rekening istrinya, NK, dan rekening adiknya, Kholidin, yang saat ini juga berstatus napi narkoba.

Sebagian keuntungan dari penjualan narkoba itu pun digunakan Budiman untuk membeli sejumlah asset seperti tanah, bangunan, hingga burung berkicau.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

“Ada pun asset yang kita sita dari tersangka Budiman berupa tanah dan bangunan di RT 007/RW 004 Desa Kutasari, Baturaden senilai Rp500 juta. Lalu, 22 burung berkicau jenis murai, jalak, kolibri senilai Rp100 juta, uang tunai Rp6,5 juta, dan buku tabungan milik NK dan Kholidin. Jadi total asset milik tersangka yang kita sita dalam kasus ini mencapai Rp606,5 juta,” ujar Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. Benny Gunawan, di Kantor BNN Kabupaten Banyumas, Kamis (18/7/2021).

Peternakan Burung Berkicau

Benny menambahkan selama ini tersangka menggunakan peternakan burung berkicau sebagai modus operasi peredaran narkoba. Warga di sekitar lingkungannya tidak tahu jika tersangka merupakan bandar narkoba dan dikenal sebagai pemilik peternakan burung berkicau.

“Padahal, modal membeli burung-burung dan perawatannya berasal dari hasil jual beli narkoba,” tegas Benny.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Karismatik & Populer

Benny mengatakan burung-burung itu nantinya akan dikoordinasikan dengan jaksa untuk dilelang lebih awal. Sementara, aset tidak bergerak milik tersangka akan digunakan sebagai barang bukti di pengadilan.

“Ini baru kali pertama kita menyita aset berupa burung. Selain mengungkap kasus tersangka, kita juga akan ungkap seluruh jaringan peredaran narkoba. Kita lakukan TPPU ini memang untuk memiskinkan tersangka agar tidak beraksi kembali,” terang Benny.

Sementara itu, Budiman yang menjadi tersangka TPPU hasil narkoba akan dijerat UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan UU No.35/2009 tentang Narkotika. Ia pun diancam dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom