Tutup Iklan

BNI Luncurkan BNI Xpora untuk Dukung UMKM Go Global

BNI memperkenalkan BNI Xpora yang telah memberikan layanan di 7 kota yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

 Head of Region Office PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Yogyakarta, Moh. Hisyam, saat diwawancarai terkait BNI Xpora. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Head of Region Office PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Yogyakarta, Moh. Hisyam, saat diwawancarai terkait BNI Xpora. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Upaya mendorong ekspor oleh usaha kecil dan menengah (UKM) terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui program BNI Xpora. Dimana melalui progran tersebut, beberapa pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) telah merasakan manfaat percepatan ekspor yang terintegrasi.

Peluncuran BNI Xpora dilaksanakan bersamaan dengan Acara Opening Ceremony Trade Expo Indonesia (TEI) Tahun 2021 yang diusung Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (21/10/2021). Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi serta jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu lainnya.

Pada kesempatan itu, peluncuran BNI Xpora dilakukan oleh Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi. “Izinkan pada kesempatan ini kami memperkenalkan BNI Xpora. Xpora merupakan bentuk dukungan BNI terhadap pelaku usaha nasional khususnya UMKM untuk mengembangkan usahanya agar Go Global. Layanan BNI Xpora ini dapat diakses melalui digital platform,” ungkap Susi.

Baca juga: Tawarkan Kredit Sampai Rp500 Juta, Simak Syarat Pengajuan KUR BNI

Sebagai rangkaian dukungan terhadap ekspor tersebut, BNI akan menyelenggarakan Global Trade Connection and Forum (GTCF) pada tahun 2022. Dimana BNI Xpora diharapkan dapat menjadi wahana untuk business matching perusahaan berorientasi ekspor di Indonesia dengan potensial buyer maupun investor dari luar negeri.

Peningkatan kelas UKM menjadi fokus utama melalui kemitraan dan kolaborasi dengan perusahaan besar dan masuk dalam rantai pasar global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional, dan membangun kemandirian ekonomi nasional.

Tentu saja hal ini tidak terlepas dari upaya percepatan digitalisasi seluruh pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Bea dan Cukai, BKPM, e-commerce, asosiasi perdagangan global, hingga Smesco.

Setelah lebih dari 1,5 tahun pandemi dengan kondisi ekonomi yang menantang, semangat memulihkan kembali cross-border trade transaction sangat terasa dalam penyelenggaraan TEI ke-36 Digital Edition di tahun 2021 ini, dengan adanya tema Reviving Global Trade.

Tujuh Kota

BNI sebagai agent of change dalam digitalisasi transaksi keuangan nasional, secara aktif mendorong digitalisasi bisnis proses dan layanan bagi segenap nasabah dan mitra. Hal ini sangat sejalan dengan tujuan penyelenggaraan TEI tahun 2021 yaitu mendorong percepatan transformasi perdagangan secara digital.

Digitalisasi ini akan memberikan akses tak terbatas bagi seluruh pelaku usaha dalam hal promosi, kemitraan, penetrasi pasar baru baik lokal maupun global, membangun citra positif, meningkatkan daya saing produk dan jasa, serta transaksi keuangan yang cepat dan seamless.

Oleh karena itu, BNI berkomitmen dalam pengembangan UKM nasional dan digitalisasi UKM. BNI memperkenalkan BNI Xpora yang telah memberikan layanan di 7 kota yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. Selain itu, BNI Xpora juga dapat diakses oleh pelaku usaha UKM di seluruh Indonesia bahkan diaspora yang berada di mancanegara melalui Digital Platform BNI Xpora.

Baca juga: Kurangi Resiko Keuangan, BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai

Melalui BNI Xpora dengan tagline Ekspor Menjadi Mudah, BNI memberikan layanan terintegrasi dan pendampingan kepada UKM menjadi lebih produktif (Go Productive), meningkatkan literasi, inklusi, dan kapabilitas digital (Go Digital), serta mampu mengembangkan usaha hingga menembus pasar global (Go Global).

“BNI Xpora juga kami canangkan menjadi orkestrator ekosistem bisnis nasional yang mampu memfasilitasi UKM dan Diaspora Indonesia sebagai buyer dan seller, serta menyiapkan enablers bagi transaksi ekspor-impor lainnya, melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholders dan strategic partner,” papar Susi.

Peran penting dalam upaya mendorong ekspor dan memperkuat fungsi BNI Xpora adalah dengan adanya kantor cabang BNI di enam pusat keuangan dunia. Melalui kantor BNI di Singapura, Hongkong, Seoul, Tokyo, London, dan New York upaya membuka akses ke pasar global semakin dipertajam.

“BNI juga menyertakan platfrom digital terintegrasi serta akses pasar global dengan memanfaatkan jaringan BNI di Kantor Cabang Luar Negeri untuk business matchmaking, serta berkolaborasi dengan beberapa lembaga terkait. Ketangguhan, adaptif, dan kolaboratif menjadi kunci bagi pelaku ekspor dan UKM untuk bangkit menghadapi berbagai tantang saat ini“, kata Susi.

Dongkrak Kredit Ekspor

Bersamaan dengan launching BNI Xpora, BNI juga turut mendukung perluasan akses ekspor tanaman hias melalui kegiatan Workshop Akselerasi Ekspor Tanaman Hias yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor, kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kab Bogor.

Workshop yang diikuti oleh puluhan eksportir tanaman hias di daerah Bogor dan sekitarnya tersebut bertujuan memberikan solusi bagi para UKM untuk dapat memperluas akses pasarnya sekaligus solusi atas kebutuhan permodalan dan layanan perbankan lain untuk mendukung usaha ekspor.

“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BNI mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing UKM di pasar global pada para petani tanaman hias, sehingga nantinya turut membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal.

Baca juga: Penyaluran KUR Capai Rp177,7 Triliun, Didominasi oleh Sektor Ini 

Selain memberikan dukungan permodalan melalui KUR, BNI juga berperan membangun ekosistem pertanian florikultura dengan membentuk jaringan serta pendampingan terhadap UKM serta korporasi. Pendampingan dan pemberdayaan kelompok tani tersebut dilakukan agar dapat menjadi hub dalam jaring ekosistem yang ada.

“BNI akan terus menghadirkan berbagai macam inovasi produk baik pembiayaan maupun layanan perbankan lainnya agar dapat diakses oleh semakin banyak UKM dan mendorong UKM untuk dapat Go Ekspor melalui BNI Xpora. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BNI mendukung bisnis UKM Indonesia untuk dapat bersaing di Pasar Global”, tutup Iqbal.

Pada bagian lain, Direktur Tresury dan Internasional BNI Henry Panjaitan menyampaikan salah satu keunggulan BNI dalam mendukung bisnis di pasar global adalah melalui jaringan outlet BNI yang tidak hanya di dalam negeri namun juga tersebar di sentra dan pusat bisnis dunia.

“Yaitu melalui Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI yang memegang peran penting dalam menyukseskan BNI Xpora, terutama dengan fasilitas Go Global”, ujar Henry.

Dia menambahkan hadirnya KCLN BNI menjadi salah satu value proposition BNI untuk dapat merealisasikan UKM go global, melalui program konsultasi mengenai kondisi pasar tempat KCLN berada, hingga business matching dengan mitra-mitra KCLN BNI.

“Kami memberikan kemudahan kepada para eksportir untuk mendapatkan akses kepada importir dengan melakukan business matching melalui kerja sama BNI dengan Lembaga/asosiasi di luar negeri (seperti Chamber of Commerce setempat, Asosiasi Importir, KBRI, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC),” tambah Henry.


Berita Terkait

Berita Terkini

Waduh, 4 Bulan Terjadi 1.500 Pelanggaran Tata Niaga Impor

Kemendag masih terus melakukan sosialisasi kepada pelaku impor terkait perizinan dan soal pemenuhan standar kualitas.

Mitra JNE Minta Maaf Seusai Tagar BoikotJNE Ramai di Twitter

Tagar BoikotJNE kembali ramai di Twitter. Munculnya tagar ini merupakan imbas dari beredarnya pamflet lowongan pekerjaan.

Duka Semeru, Kemenkop akan Restrukturisasi Kredit UMKM Korban Erupsi

Menkop telah menginstruksikan jajarannya segera melakukan inventarisasi terhadap pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana khususnya pelaku usaha yang memiliki pembiayaan KUR.

Kemendag Ungkap Ada 2.300 Peluang Bisnis Waralaba, Siapa Berminat?

Pada 2020 bisnis waralaba di Indonesia masih tetap berkontribusi dalam penyerapan 628.000 tenaga kerja dan mencatat omzet tidak kurang dari Rp54,4 miliar.

Penjualan Produk Asuransi Diwacanakan Wajib Direkam, Ini Respons AAJI

osiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mewajibkan perusahaan asuransi melakukan perekaman saat menawarkan produk asuransi.

E-Commerce Asal Malaysia, PG Mall Siap Ramaikan Pasar Indonesia

PG Mall, platform dagang-el (e-commerce) asal Malaysia, siap merambah pasar Indonesia, seiring dengan tumbuhnya tren belanja daring selama pandemi.

Bos Baru PLN Enggan Komentari Akuisisi Perusahaan Kendaraan Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dharmawan Prasodjo enggan mengomentari terkait dengan akuisisi perusahaan produsen kendaraan listrik asal Jerman.

BRI dan OVO Kolaborasi Bikin Kartu Kredit, Ini Benefit bagi Pengguna

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Visionet Internasional atau OVO merilis kartu kredit OVO U Card yang menyasar kebutuhan milenial.

Cenderung Naik! Cek Harga Emas di Pegadaian, Selasa 7 Desember 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada Selasa (7/12/2021) naik untuk cetakan UBS, sedangkan cetakan Antam stagnan.

70 Persen Anak Muda Berminat Kembangkan Usaha Berbasis Kreativitas

Survei menunjukkan 70% anak muda di Indonesia berminat besar mengembangkan kewirausahaan by design yang berbasis produk kreativitas dan inovasi teknologi.

Terbebani Biaya Operasional, Bandara YIA Siap-Siap Kurangi Pegawai

Operator bandara Yogyakarta International Airport (YIA) berencana melakukan rasionalisasi pegawai outsourcing yang telah berakhir masa kontraknya untuk mengurangi beban biaya operasi.

Kembali Dapatkan Perpanjangan PKPU, Begini Respons PT Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex kembali mendapatkan perpanjangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Pengadilan Niaga Semarang.

Korban Asuransi Ungkap Sisi Gelap Unit-Link: Agen Palsukan Tanda Tangan

Komunitas Korban Asuransi mengungkap sisi gelap atau bobrok penyelenggaraan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-link.

Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Statistik OJK terkait industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer lending (fintech lending) mengungkap utang di industri ini telah menembus Rp27,9 triliun.

Omicron Jadi Ancaman Baru, Apa Dampaknya bagi Investasi Emas di 2022?

Kemunculan varian baru virus corona, Omicron diprediksi apat menjadi katalis penguatan harga emas pada 2022 mendatang.