Terpal penutup tanggul darurat dipasang di lokasi longsor di Banjarnegara, Jateng, November 2019.(Antra-Idhad Zakaria)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (6/12/2019) sore hingga malam hari ini, diprakirakan diterpa hujan lebat yang hampir merata. Kondisi semacam itu berpotensi memicu bencana alam, terutama angin kencang, tanah longsor, dan banjir.

Prakiraan itu dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (6/12/2019). "Banjarnegara kembali berpeluang hujan lebat pada Sabtu sore hingga malam hari yang tersebar hampir merata di wilayah Banjarnegara," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie.

Dia menjelaskan, peluang hujan lebat terdapat di hampir seluruh kecamatan yang ada di Banjarnegara, kecuali Kecamatan Bawang. "Kecamatan Bawang berpotensi hujan namun dengan intensitas ringan yang diprakirakan berlangsung sejak siang hingga malam hari," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa mendekati bulan Januari, potensi hujan akan terus mengalami peningkatan. "Puncak musim hujannya akan berlangsung pada bulan Januari hingga Februari 2020 mendatang," katanya.

Dia juga telah menyebarluaskan informasi cuaca kepada seluruh pihak terkait guna mendukung program mitigasi atau pengurangan risiko bencana. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memang tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana saat musim penghujan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo, mengatakan Pemkab Banjarnegara telah melakukan rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang dihadiri sejumlah instansi terkait.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Banjarnegara, Indarto, meminta semua pihak mewaspadai potensi ancaman bencana pada musim peralihan hingga puncak musim penghujan. Indarto meminta seluruh pihak untuk mewaspadai ancaman bencana seperti longsor, banjir, dan juga angin kencang.

"Waspadai ancaman bencana pada musim peralihan hingga puncak musim hujan, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana," katanya. Pihaknya juga tengah mengintensifkan pemantauan terhadap lima kecamatan di wilayah setempat yang dikhawatirkan rawan tanah longsor.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten