BMKG: Pantau Cuaca, Banjir Ancam Jateng!
Tim search and rescue (pencari dan penyelamat/SAR) melakukan pencarian korban hanyut akibat banjir di Grobogan, Kamis (9/1/2020). (Antara-Basarnas Jateng)

Solopos.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan risiko bencana hidrometeorologi yang akan terjadi selama dua bulan ke depan. BMKG menegaskan bahwa wilayah banjir ancam Jateng dalam kurun waktu tersebut.

“Sampai Maret masih ada potensi multi-resiko, tapi untuk hidrometeorologi puncaknya pada Januari-Februari. Tapi seiring dengan itu, potensi kegempaan juga meningkat. Mohon kewaspadaan masyarakat,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Jumat (15/1/2021) lalu.

Berdasarkan data BMKG, beberapa wilayah di Indonesia memiliki potensi banjir menengah. Potensi kebencanaan ini juga terjadi di Jateng dan DIY. BMKG memperkirakan pada 16-21 Januari 2021 beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jawa Tengah dan DIY akan diterpa hujan dengan intensitas sedang-lebat Potensi gelombang tinggi juga terjadi pada 15-24 Januari 2021.

5 Simbol Ini Kata Fengsui Bawa Rezeki Rumah

Dikki Rulli Perkasa, Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, mengimbau kepada masyarakat untuk mulai mewaspadai bencana banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan tersebut.

“Potensi curah hujan tinggi cukup banyak [terjadi] di tempat kita, itu merata,” jelasnya ketika diwawancarai melalui telepon, Senin (18/1/2021).

Pantau Cuaca

Karena banjir ancam Jateng, warga setempat diminta aktif memantau kondisi cuaca. Khususnya, bagi mereka yang tinggal di sekitaran aliran sungai. Pasalnya, tak ada wilayah di Jawa Tengah yang bebas dari potensi bencana banjir.

“Kalau untuk kondisi sekarang hampir seluruh daerah di Jawa Tengah itu rawan. Tidak ada daerah di Jawa Tengah yang bebas banjir,” jelasnya.

Memilih Arah Rumah Sesuai Petunjuk Fengsui

Sebelumnya, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di beberapa daerah di Jawa Tengah. Di Ungaran, tepatnya di wilayah hulu sungai Pengkol, hujan deras menyebabkan aliran sungai tersebut meluap ke perumahan warga. Sementara itu, di Grobogan banjir ikut menghambat jalur transportasi kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, dalam siaran persnya Minggu (17/1/2021) menyatakan bahwa hujan deras merendam jalur rel sepanjang 400 m.

Ketinggian genangan dilaporkan mencapai 10 cm. Genangan yang terjadi di antara Stasiun Brumbung dan Tanggung tersebut menyebabkan jalur kereta api rute Semarang-Solo dialihkan.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom