Tutup Iklan

BMKG: Hujan Lebat Sampai Akhir Januari 2019

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih memantau aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT yang memicu hujan lebat yang berpotensi terjadi hingga akhir Januari.

BMKG: Hujan Lebat Sampai Akhir Januari 2019

SOLOPOS.COM - Anggota BPBD Karanganyar, Tim SAR Karangangar, sukarelawan, dan warga bekerja sama menyingkirkan bagian pohon tumbang yang menimpa kios di Pasar Garongan, Selasa (15/1/2019). (Istimewa/Dokumentasi BPBD)

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih memantau aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT yang memicu hujan lebat yang berpotensi terjadi hingga akhir Januari.

"Kami kembali mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/7/2019).

Bersamaan dengan aliran massa udara basah, masih kuatnya angin monsoon dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantauan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Daerah itu memanjang dari wilayah Sumatra bagian Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta juga memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan.

Kondisi tersebut mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23-26 Januari 2019 antara lain Aceh, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27-30 Januari 2019 antara lain Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Selain hujan lebat, nelayan dan masyarakat pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia barat Sumatra, hingga Jawa Tengah.

Juga di perairan utara Kepulauan Anambas dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, perairan selatan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Babar, dan Laut Arafuru bagian Barat.

Sedangkan potensi gelombang tinggi 4-6 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, perairan utara Kepulauan Natuna, Laut Jawa bagian timur hingga Laut Sumbawa, dan Selat Makassar bagian selatan.

Selanjutnya, perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Rote, Selat Bali-Selat, Lombok-Selat Alas Bagian Selatan, Samudera Hindia selatan, Jawa Timur hingga NTT, perairan utara Flores, perairan Kepulauan Sabalana - Kepulauan Selayar, Laut Flores, Laut Sawu, dan Laut Timor selatan NTT.

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Menag Sikapi Keputusan Haji 2021 Arab Saudi

Menteri Agama Yaqaut Cholil Qoumas menyatakan pemerintah tidak lagi fokus pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 setelah keputusan Arab Saudi.

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.