Gibran Rakabuming Raka diserbu para pendukungnya saat menghadiri acara perkenalan, silaturahmi, dan umbul donga warga Kelurahan Mojosongo, Jebres, Minggu (5/1/2020). (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, mengaku menerima banyak masukan dan keluhan warga tentang kurang baiknya layanan air Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo.

Masukan dan keluhan itu diterima calon wali kota (cawali) yang mendaftar lewat DPD PDIP Jateng itu saat blusukan keliling Kota Solo selama sebulan terakhir.

Salah satunya keluhan yang disampaikan Setyowati, warga RW 28 Kelurahan Mojosongo, Jebres. Keluhan tersebut dia sampaikan saat kegiatan perkenalan, silaturahmi dan umbul donga warga Mojosongo bersama Gibran, Minggu (5/1/2020).

Dia meminta Gibran membenahi layanan PDAM Solo bila kelak menjadi Wali Kota Solo. Menurut Setyowati, buruknya kualitas air PDAM Solo sudah berlangsung lama dan terjadi di banyak wilayah Mojosongo.

“Sudah terjadi lama. Yang bermasalah airnya keruh dan bau,” ujar dia.

Pasokan Air PDAM di 15 Kampung Sragen Kota Sempat Berkurang, Ini Penyebabnya

Aspirasi tersebut langsung disambut Gibran dengan menyatakan sudah mengagendakan pembenahan layanan PDAM sebagai prioritas kerjanya. Hal itu karena selain di Mojosongo ada juga warga lain yang menyampaikan keluhan sama.

Keluhan tentang buruknya layanan air Perumda Air Minum Solo yang diterima Gibran berasal dari warga Kelurahan Pucangsawit, Gandekan, Kadipiro dan Joglo.

“Saya sudah blusukan beberapa lokasi, ada sejumlah wilayah yang mengalami masalah sama seperti di Mojosongo ini yaitu Pucangsawit, Joglo, Kadipiro, dan Gandekan. Masalahnya sama, PDAM airnya keruh, ngitir-itir, dan berbau,” kata Gibran.

Di beberapa lokasi yang warganya mengeluhkan buruknya air Perumda Air Minum, Gibran mengaku sudah memberi bantuan pembuatan sumur dalam dengan kedalaman 80 meter. Bantuan itu dia akui hanya solusi sementara.

3 Kali Pilkada Tanpa Konflik, KPU RI Sebut Wonogiri Layak Jadi Contoh

Bila warga Mojosongo membolehkan untuk dibuat sumur dalam, Gibran pun siap memberikan bantuan serupa. “Untuk urusan air PDAM jadi PR saya. Karena air ini sangat bermasalah di Solo. Saya ndak tahu masalahnya di mana ini,” urai dia.

Gibran berencana menyampaikan keluhan warga yang masuk ke dia kepada Perumda Air Minum Solo. Terpisah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda Air Minum Solo, Bayu Tunggul, menyambut baik masukan yang ada.

Tapi, menurut dia, air produksi PDAM Solo yang disalurkan ke warga sudah memenuhi standar air minum sesuai Permenkes 492/2010. “Layak minum. Tapi untuk sampai pelanggan kadang ada interupsi karena kerusakan pipa,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten