Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Dhemas Reviyanto)

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, belum terungkap pelakunya. Novel pun blak-blakan di depan Deddy Corbuzier tentang teror yang dituding rekayasa oleh politikus PDIP Dewi Tanjung itu.

Saat kejadian penyiraman air keras tersebut, Novel Baswedan merasa dirinya sudah meninggal dunia karena air keras yang mengenai wajahnya begitu panas.

"Saya waktu diserang, itu saya merasa sudah mati, kenapa? Begitu saya dapat air keras itu, begitu panasnya dan saya merasa gagal napas dan berpikir saya mati ini hari terakhir. Tapi, saya masih mampu ke tempat air untuk menyiramnya," ucap Novel Baswedan saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (20/11/2019).

Masih Ada 17 Formasi CPNS 2019 Pemprov Jateng yang Kosong Pelamar

Meski merasakan sakit yang luar biasa akibat penyiraman air keras tersebut, Novel Baswedan mengaku sudah memaafkan pelaku. "Saya menerima apa yang terjadi pada saya, bahkan saya memaafkan pelaku karena saya masih ingin berjuang ke depan," sambungnya.

Novel menambahkan dengan kejadian penyiraman air keras tersebut, dia mengaku tidak takut untuk beraktivitas sehari-hari apalagi untuk memberantas korupsi. Karena jika takut, kata dia, pelaku justru senang dan merasa berhasil.

Jenguk La Lembah Manah, Ganjar Pranowo & Atiqoh Ingin Punya Anak Lagi

"Kenapa masih mau jalan-jalan, memang gini saya tentunya memahami, hati-hati itu perlu, menghindari risiko itu penting. Kita tidak perlu ketakutan, ketakutan dengan hal-hal yang buat kita hindari. Tidak mugkin terjadi sesuatu kalau Allah belum takdirkan. Kalau terus merasa takut, itu pelakunya merasa berhasil," tambahnya.

Penyerangan Lain

Ternyata kejadian penyerangan terhadap anggota KPK tidak hanya terjadi kepada Novel Baswedan saja. Menurut penuturan pria berumur 42 tahun tersebut, ada lebih dari 10 kasus penyerangan kepada penyidik atau pegawai KPK lainnya. Sayangnya, semua kasus tersebut tidak ada yang terungkap.

Waktu Mepet, DPU Wonogiri Masih Punya Tanggungan 16 Proyek Jalan

"Di KPK itu ada lebih dari 10 kasus serangan pada orang KPK. Tapi, tidak pernah terungkap. Saksinya banyak, CCTV-nya ada, wajahnya [pelaku] kelihatan, dipubklikasikan, konferensi pers, dilaporkan. Tapi tak ada yang ketangkep," jelas Novel.

Bahkan, dia juga pernah mengalami beberapa penyerangan sebelum kasus penyiraman air keras ini ada.

"Saya pernah mendapat serangan di beberapa kasus lain, tapi saya masih selamat," tutur alumnus Akademi Kepolisian 1998 ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten