BKSDA Jateng Sebut Jejak Satwa Liar di Banjarnegara Bukan Tapak Harimau

Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat.

 Ilustrasi harimau. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi harimau. (Freepik)

Solopos.com, BANJARNEGARA — Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat. Belum diketahui secara pasti satwa liar seperti apa yang meninggalkan jejak tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah sejauh ini telah melakukan analisis terhadap temuan jejak satwa liar itu. Pihaknya juga telah mengumpulkan informasi dan sejumlah data.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Kami sudah mengumpulkan informasi dan data-data yang selanjutnya dikirim ke balai [BKSDA] di Semarang untuk dianalisis,” kata Kepala Resor Konservasi Wilayah Wonosobo, Adi Adianto, Kamis (26/5/2022).

Dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jenis satwa liar yang jejaknya ditemukan di sekitar Desa Penawaran, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara itu.

Baca Juga: Harimau Muncul di Banjarnegara, BKSDA Jateng Kerahkan 2 Tim

Petugas cukup kesulitan mendeteksi jejak satawa yang ditemukan itu karena telah ditemukan sudah cukup lama. Kondisi ini membuat penampakan jejak tidak terlalu jelas.

“Saat kemarin kami mengumpulkan data, jejaknya sudah sekitar 4-5 harian, sehingga tidak diketahui apakah pada jejak itu ada bekas kukunya atau tidak. Kami juga tidak menemukan kotorannya, hanya jejak di sawah itu,” katanya.

Berdasarkan dugaan sementara, kata Adi, jejak tersebut bukanlah bekas tapak harimau (Panthera tigris) seperti yang dikhawatirkan warga karena satwa liar itu memiliki tubuh yang besar.

Baca Juga: Nasib Harimau & Macan Tutul Jawa Terancam Punah Akibat Pembangunan

Menurut dia, dugaan tersebut berdasarkan hasil pengukuran terhadap panjang tapak pada jejak yang berkisar 7-7,3 centimeter.

“Kalau harimau lebih besar lagi. Mungkin juga macan tutul atau macan kumbang [Panthera pardus melas], tapi ukuran tapaknya juga besar, sekitar 8-10 centimeter, kalau kucing hutan mungkin juga bisa karena kemarin kami juga menemukan jejak-jejak berukuran kecil, sekitar 3 centimeter,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan hasil pemetaan juga diketahui bahwa jarak lokasi penemuan jejak satwa liar tersebut dengan hutan sekitar 10 kilometer dan merupakan hutan produksi terbatas (HPT) milik Perhutani yang ditanami pinus, sehingga sangat kecil kemungkinannya dihuni macan tutul.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya habitat macan tutul di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Adi mengakui jika masyarakat sering memberikan informasi terkait dengan keberadaan satwa liar tersebut, namun pihaknya belum melakukan survei atau penelitian di wilayah Banjarnegara khususnya Desa Penawaran.

Menurut dia, habitat macan tutul atau kumbang di Jateng sementara ini berada di Pulau Nusakambangan dan Gunung Muria.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

+ PLUS Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

Penelitian di Candi Kethek yang berlokasi di lereng Gunung Lawu menemukan sejumlah benda-benda dan alat ritual yang terkait dengan upacara pemujaan, ruwatan, dan pembebasan kutukan serta dosa.

Berita Terkini

Pesona Desa Tertinggi Jateng: Paling Tinggi di Jawa, Tercantik Se-Asia

Desa tertinggi di Jawa Tengah menawarkan pesona keindahan alam seperti pegunungan Eropa yang bersalju.

Desa Tertinggi di Jawa Tengah Diklaim Punya Sunrise Tercantik di Asia

Desa tertinggi di Jawa Tengah dan Pulau Jawa diklaim memiliki pemandangan Matahari terbit atau sunrise tercantik di Asia.

Truk Tabrak Pohon di Prembun Kebumen, Balita Meninggal Dunia

Peristiwa tragis menimpa seorang balita yang meninggal akibat kecelakaan tunggal truk tabrak pohon di Jalan Raya Purworejo-Kebumen, Prembun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Tiga Manfaat Penggunaan PLTS Atap di Sektor Bisnis

Ketika suatu entitas bisnis menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap—sebagai salah satu energi terbarukan—pada bisnisnya terdapat tiga manfaat sekaligus yang diperoleh.

Ada Pemeliharaan, Cek Pemadaman Listrik Semarang Hari Ini (6/7/2022)

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada hari ini, Rabu, 6 Juli 2022.

Kecamatan Tersepi di Grobogan Punya Stasiun Kereta Api Tertua

Ini dia kecamatan tersepi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), yang ternyata memiliki potensi wisata sejarah berupa salah satu stasiun kereta api tertua di Jawa.

Ini Deretan Tempat Wisata di Desa Tertinggi di Jateng

Desa tertinggi di Jateng, Desa Sembungan yang berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, menawarkan sederet tempat wisata yang memikat.

Bakal Gantikan Tjahjo Kumolo Jadi Menteri PAN-RB? Ini Kata Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan tanggapan terkait informasi yang menyebutkan dirinya bakal menggantikan posisi yang ditinggalkan Tjahjo Kumolo sebagai Menteri PAN-RB.

Waduh! Copet Beraksi saat Jokowi Kunjungi Pasar Peterongan Semarang

Agenda Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Pasar Peterongan Semarang, Selasa (5/7/2022), diwarnai dengan aksi copet.

Nama 8 Siswa Sragen Hilang di PPDB 2022, Ini Jawaban Ganjar

Begini respons Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengetahui delapan nama calon siswa SMAN 1 Gondang Sragen hilang dalam PPDB Jateng 2022.

Tidur Lama, Letusan Gunung Ungaran Pernah Hancurkan Tubuh Sendiri

Abad modern memang tak pernah mencatat aktivitas vulkanik Gunung Ungaran, namun berdasarkan penelitian, gunung setinggi 2.050 Mdpl tersebut pernah meletus dahsyat hingga menghancurkan dua per tiga tubuhnya sendiri.

Di Semarang, Jokowi Sebut Tindakan Polri Belum 100% Presisi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut tindakan atau kinerja Polri saat ini belum 100 persen presisi.

Pemkab Kudus Klaim Jalan Rusak Tak Sampai 63 Km

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Kabupaten Kudus menyebutkan jalan rusak di wilayahnya tak mencapai 10 persen dari total panjang 639,262 km.

Josss! Desa Tertinggi di Jawa Tengah Terkenal di Eropa Sejak 1911

Pesona keindahan alam desa tertinggi di Jawa Tengah ternyata telah diketahui bangsa Eropa sejak tahun 1911.

Desa Tertinggi Jawa Tengah Tawarkan Pesona Salju Eropa

Desa tertinggi di Jawa Tengah menawarkan pesona keindahan alam seperti pegunungan Eropa yang bersalju.

Lagi, Konsleting Sebabkan Rumah Warga Grobogan Ludes Terbakar

Kebakaran disebabkan konsleting kembali terjadi, rumah kayu milik warga Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar.