Kategori: Klaten

Bisnis Terdampak Covid-19, BUM Desa Ponggok Klaten Siap Jual Aset


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN —Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tirta Mandiri Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bersiap menjual sejumlah asetnya di tengah pandemi Covid-19, Kamis (15/10/2020).

Penjualan aset dinilai dapat menutup biaya operasional sekaligus mengoptimalkan sebagian besar unit usaha yang dimiliki BUM Desa Tirta Mandiri di tengah pandemi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, BUM Desa Tirta Mandiri yang dikenal sebagai salah satu BUM Desa terbaik di tingkat nasional mulai kelimpungan menghadapi dampak pandemi Covid-19. Dalam beberapa waktu terakhir, BUM Desa sudah mengalami minus dana senilai Rp70 juta.

Dari jumlah unit usaha yang dimiliki BUM Desa Tirta Mandiri, hanya dua unit yang masih beroperasi, yakni toko desa dan outsourcing. Tujuh unit usaha lainnya dalam kondisi macet di tengah pandemi Covid-19. Unit usaha yang macet itu seperti Umbul Ponggok, Umbul Ciblon, gedung, simpan pinjam, dan lainnya.

Remas Dada Murid, Guru Ngaji: Saya Khilaf Lihat Dia Montok

Sedianya sepanjang 2020, BUM Desa Tirta Mandiri mematok target Rp20 miliar. Berhubung muncul pandemi Covid-19, target tersebut diturunkan menjadi kurang lebih Rp5 miliar. Potensi kerugian yang dialami BUM Desa Tirta Mandiri selama pandemi Covid-19 senilai Rp14 miliar.

"Di saat sekarang, biaya operasional dan biaya investasi sudah tidak ada. Justru ada minus Rp70 juta. Makanya kami harus mencari strategi baru. Caranya dengan menjual aset yang ada. Ini baru kami musyawarahkan mana-mana saja aset yang akan dijual. Yang jelas, ada enam aset yang siap dijual [gudang, empat sawah, dan homestay]. Nilai total aset masih dihitung, kisarannya diangka Rp3,1 miliar," kata Kepala Desa (Kades) Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Junaedi Mulyono, saat ditemui wartawan di kantornya di sela-sela Musyarawah Desa (Musdes) Pelepasan Aset BUM Desa di kantornya, Kamis (15/10/2020).

Libatkan Masyarakat

Junaedi Mulyono mengatakan pembahasan rencana penjualan aset BUM Desa melibatkan seluruh elemen masyarakat di desanya. Hal itu termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat desa lainnya.

Apes! Pasangan Mesum di Tepi Jalan Terciduk Kamera Google

"Dalam kondisi seperti ini tidak masalah menjual aset. Nantinya dari penjualan aset itu bisa untuk investasi yang berubah menjadi pendapatan. Dari pendapatan yang ada, bisa dibelikan aset lagi. Jika disetujui, pelepasan aset akan dibentuk panitia lelang. Kami ingin yang membeli aset itu nanti tetap warga Ponggok," jelas Junaedi.

Hal senada dijelaskan Ketua BPD Ponggok, Nugroho Raharjo. Seluruh tamu undangan di Musdes Pelepasan Aset BUM Desa di Ponggok sudah memperoleh pemaparan terkait pertimbangan menjual aset. Jika penjualan disetujui, segera dibentuk panitia lelang aset BUM Desa.

"Panitia lelang itu terdiri dari lima orang. Masing-masing dari BPD, Pemdes, BUM Desa, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan," ujar Nugroho.

Salah seorang perwakilan RW 002, Winarno, mengatakan tak setuju dengan penjualan aset. Alasannya uang hasil penjualan aset itu hanya diperuntukkan membayar utang.

"Kalau hasil penjualan hanya untuk membayar utang berarti tidak produktif nantinya," kata Winarno.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra