Umum
Senin, 3 Agustus 2015 - 13:50 WIB

BISNIS PERKEBUNAN : Luas Tanaman Tembakau di Temanggung Meningkat

Redaksi Solopos.com  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi petani tembakau (JIBI/Solopos/Dok.)

Bisnis perkebunan tembakau tampaknya masih tumbuh di Temanggung.

Kanalsemarang.com,  TEMANGGUNG-Luas tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada masa tanam 2015 mencapai 18.867 hektare atau meningkat dibanding 2014 seluas 15.730 hektare.

Advertisement

“Tanaman tembakau tersebut tersebar di 15 kecamatan di Temanggung, antara lain Bulu, Parakan, Tlogomulyo, Selopampang, Temanggung, Kedu, Bansari dan Tretep,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung Untung Prabowo, di Temanggung, Minggu (2/8/2015).

Ia menuturkan pada masa tanam 2014 dengan dengan luas lahan 15.730 hektare menghasilkan tembakau rajangan kering sebanyak 6.923 ton. Untuk produksi temabkau tahun ini belum bisa diketahui, nunggu panen dulu.

Menurut dia pertumbuhan tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung tahun ini tidak merata. Ada tanaman yang sudah besar siap petik, tetapi ada pula yang masih kecil. Hal ini karena beberapa faktor antara lain mundurnya masa tanam dan kemarau panjang.

Advertisement

Ia menuturkan tanaman tembakau yang ditanam pada Maret-April 2015 kondisi tanaman bagus dan tumbuh normal, namun yang masa tanamnya mundur dan kurang air pertumbuhannya tidak maksimal.

Ia meperkirakan masa panen antara petani satu dengan petani lainnya beragam atau tidak berbarengan, kemungkinan dari segi produksi mengalami penurunan, tetapi bisa jadi dari kualitas meningkat.

Ia mengatakan dari segi kualitas diharapkan bagus karena kalau kemarau seperti ini daun tembakau bisa tumbuh tebal dan kadar nikotin menjadi tinggi. Hanya saja karena kurang air dan pertumbuhan tidak maksimal maka produksi dimungkinkan turun dibanding tahun lalu.

Advertisement

Petani di Desa Campurejo Kecamatan Tretep, Agus Setyawan, mengatakan saat ini tanaman tembakau nisbi bagus, tetapi kuantitasnya tidak banyak, karena saat masa tanam memang kekurangan air.

“Namun, kualitasnya luar biasa untuk tahun ini. Kalau saya lihat kualitasnya bisa menyamai kualitas tembakau tahun 2011,” ucapnya.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif