Bisa Menular Lewat Hewan, Ini Gejala dan Cara Pencegahan Brucellosis
Demam merupakan salah satu gejala Brucellosis (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, SOLO – Di saat pandemi belum usai, China harus menghadapi penyakit baru yang menular dari hewan ke manusia. Dikutip dari okezone.com, Minggu (20/9/2020), setidaknya ada 3.245 warga China yang terinfeksi bakteri bernama Brucellosis ini.

Melansir dari Mayo Clinic, Brucellosis adalah infeksi bakteri yang menyebar dari hewan ke manusia. Paling umum, orang bisa terinfeksi karena mengonsumsi produk susu mentah atau tidak dipasteurisasi.

Bakteri ini juga dilaporkan dapat menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan hewan terinfeksi

Gejala Brucellosis bisa muncul beberapa hari hingga beberapa bulan setelah terinfeksi. Gejalanya mirip dengan flu seperti meliputi demam, panas dingin, kehilangan selera makan, kelelahan, nyeri sendi dan otot, serta sakit kepala.

Sedangkan, untuk gejala jangka panjangnya, orang yang sudah terinfeksi mungkin akan mengalami kelelahan, demam berulang, radang sendi, radang jantung (endokarditis) dan spondilitis, serta radang sendi inflamasi yang mempengaruhi tulang belakang dan persendian di sekitarnya.

36 Karyawan RSST Tegalyoso Klaten Positif Covid-19

Pada tahap awal, penyakit Brucellosis sulit diidentifikasi dan seringkali menyerupai kondisi lain, seperti flu. Sedangkan, beberapa orang yang telah terinfeksi Brucellosis dengan kondisi kronis akan mengalami gejalanya selama bertahun-tahun, bahkan setelah pengobatan.

Beruntungnya, masih ada cara agar bisa terhindar dari penyakit Brucellosis. Berikut beberapa cara agar terhindar dari penyakit ini, yang dirangkum dari okezone.com dan sumber lain, Minggu 20/9/2020).

1. Hindari makanan olahan susu yang tidak dipasteurisasi

Dalam beberapa tahun terakhir kasus Brucellosis di Amerika Serikat, hanya sedikit yang dikaitkan dengan produk susu mentah dari ternak domestik. Namun, hal yang terbaik adalah menghindari susu, keju, dan es krim yang tidak dipasteurisasi, dari manapun asalnya. Coba juga, menghindari semua makanan olahan susu mentah saat berpergian ke negara lain.

2. Masak daging sampai matang

Saat makan di restoran, pesan daging sapi dan babi setidaknya dengan kematangan sedang. Namun, apabila memasak sendiri, masak semua daging hingga mencapai suhu internal 145 hingga 165 F (63 hingga 74 C).

Daging domestik di Amerika Serikat tidak mungkin mengandung bakteri Brucellosis tetapi memasak yang benar menghancurkan bakteri berbahaya lainnya seperti salmonella dan Escherichia coli. Jangan lupa, untuk menghindari membeli daging dari pedagang kaki lima, dan minta semua daging dimasak hingga matang, saat di luar negeri.

RSUD Dr. Soedono Madiun Tak Bisa Periksa Swab Covid-19, Ini Sebabnya

3. Lakukan tindakan pencegahan keamanan di tempat kerja berisiko tinggi

Jika Anda bekerja sebagai dokter hewan, petani, pemburu atau pekerja rumah jagal, jangan lupa untuk memakai sarung tangan karet saat menangani hewan yang sakit, hewan yang mati, jaringan dari hewan atau saat membantu hewan melahirkan.

Sedangkan untuk pekerja di laboratorium, disarankan untuk menangani semua spesimen dalam kondisi keamanan hayati yang sesuai. Rumah pemotongan hewan juga harus mengikuti langkah-langkah perlindungan, seperti memisahkan lantai penyembelihan dari area pemrosesan lainnya dan penggunaan pakaian pelindung.

Kemudian, jangan lupa juga untuk melakuakan vaksinasai kepada hewan ternak dan peliharaan agar terhindar dari penyakit ini. Di Amerika Serikat, program vaksinasi yang dilakukan secara rutin hampir menghilangkan Brucellosis pada hewan ternak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom