Ole Gunnar Solskjaer (Reuters-Jason Cairnduff)

Solopos.com, MANCHESTER — Manchester United (MU) membuat sebuah “kecerobohan” dengan mengumumkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai kartaker tim di laman resmi manutd.com, Selasa (18/12/2018) malam WIB lalu. Tak berselang lama, pengumuman itu hilang, dihapus. Info tersebut diyakini naik di luar waktu yang ditetapkan alias dirilis secara tak sengaja.

Namun keteledoran tersebut sudah cukup untuk memberi sinyal bahwa Solskjaer-lah yang akan menggantikan Jose Mourinho di kursi panas Setan Merah. Terbukti, eks striker MU era 1990-an itu akhirnya ditetapkan sebagai manajer tim hingga akhir musim pada Rabu (19/12/2018) sore WIB. Dia bakal ditemani Mike Phelan sebagai asisten pelatih beserta Michael Carrick dan Kieran McKenna.

Penunjukan pelatih 45 tahun ini bisa dibilang merupakan kejutan. Sebelumnya Setan Merah lebih banyak dikaitkan dengan pelatih tersohor seperti Zinedine Zidane dan Mauricio Pochettino. Rekam jejak Solksjaer dalam dunia kepelatihan pun tak terlalu meyakinkan.

Meski sukses sebagai pemain dengan mencetak 123 gol dan mempersembahkan enam gelar Liga Premier Inggris bagi United, Solskjaer hanya jemawa ketika menangani Molde, tim di Tippeligaen, liga tertinggi Norwegia. Dia berhasil membawa Molde juara dua musim beruntun pada 2011-2012.

Namun Solskjaer yang pernah melatih tim cadangan MU medio 2008-2011 itu gagal total ketika menangani Cardiff City pada 2014. Dia mundur setelah hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan di Liga Premier. Cardiff akhirnya terdegradasi setelah finis sebagai juru kunci. Setelah itu Solskjaer kembali ke tim masa kecilnya, Molde, sebelum diangkat sebagai pelatih sementara MU.

Rekam jejak lelaki yang saat masih aktif bermain dijuluki The Baby-faced Assassin (Pembunuh Bermuka Bayi) ini tampaknya tak membuat risau Bos Manchester United, Ed Woodward. Dia menilai Solskjaer bisa menjadi “juru selamat” bagi MU yang kini tercecer di posisi keenam dengan tertinggal 19 poin dari Liverpool di puncak klasemen. Tak cuma itu, Marcus Rashford dkk. juga sulit menembus empat besar karena tertinggal 11 poin dari Chelsea di posisi keempat.

“Ole adalah legenda klub dengan pengalaman luar biasa, baik saat bermain maupun sebagai pelatih. Kami yakin mereka [tim pelatih] akan menyatukan kembali para pemain dan fans untuk menyambut paruh kedua musim,” ujar Woodward seperti dilansir manutd.com. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten