Bikin Video Tiktok Injak Rapor, 5 Siswa Terancam Drop Out
Aksi lima siswa menginjak-injak rapot di SMPN 1 Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Twitter-@AREAJULID)

Solopos.com, MADIUN — Aksi menginjak-injak rapor oleh lima siswa SMPN 1 Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat santer menjadi perbincangan publik. Kelima siswa yang membuat content Tiktok bermaterikan injak rapor tersebut kini bahkan terancam dikeluarkan dari sekolah mereka.

Kelima pelajar itu dipaksa menerima ganjaran ulah mereka itu gara-gara membikin video Tiktok. Maklum saja, tindakan menginjak-injak rapor itu dianggap penghinaan terhadap pihak sekolah dan tidak menghargai jerih payah seorang guru mengisi rapor.

Setelah mengetahui tentang video Tiktok bermaterikan injak rapor itu, pihak sekolah langsung membuat surat panggilan kepada kelima wali siswa untuk datang ke sekolah, Senin (21/12/2020).

Maling Kembalikan Celana Dalam dengan Bekas Sperma

Setelah rapat itu, wakil kepala sekolah bidang Humas, Saprin, menyampaikan kelima siswi yang dikeluarkan telah melakukan pelanggaran. Ia menjelaskan aksi lima siswi SMP injak rapor dan membagikannya ke media sosial telah mencemarkan nama baik sekolah.

“Sesuai dengan aturan sekolah, setiap anak yang melakukan pencemaran nama baik maka sekolah memberikan Skor pelanggaran 90. Dan sanksinya langsung dipindahkan ke sekolah lain,” ungkap Sarpan.

Namun beberapa orangtua dari lima siswi itu tak terima anaknya dikeluarkan. Alasannya, karena pihak sekolah tidak memberikan peringatan terlebih dahulu. Apalagi sang anak kini hanya bisa menangis, menyesali perbuatannya.

Tanaman Hias Kata Fengsui Tentukan Keberuntungan

Anun, 47, ibu dari siswa yang dikeluarkan dari sekolah. Anun mengatakan anaknya tidak berhenti menangis setelah mendapat hukuman itu.

Korban Ponsel

“Kenapa kesalahan anak saya ini, dia itu korban HP. Mestinya dinasihati dulu baru dikeluarkan. Apa tidak ada kebijakan lain?” tanya Anun sebagaimana dilansir Suara.com dari Beritabali.com, Rabu (23/12/2020)

Sementara itu, siswa injak rapor berinisal BB mengaku malu dan menyesali perbuatannya. “Iya saya menyesal dan malu. Saya salah. Mau minta maaf sama Pak Guru, Ibu Guru,” ujar BB.

Maling Motor Apes Tepergok Pemilik, Viral Deh...

Mengggapi hal itu, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Ombudsman NTB melakukan mediasi dengan pihak sekolah.Mereka melakukan mediasi agar kelima tersebut diberikan kesempatan kedua.

Setelah mediasi yang cukup alot, pihak SMP 1 Suela Lotim memutusan untuk membatalkan mengeluarkan lima siswi SMP pembuat konten Tiktok injak-injak rapor tersebut. “Alhamdulillah, sudah ada titik temu. Sekolah membatalkan keputusannya. Besok [Rabu, 23/12/2020 hari ini] Ombudsman akan bertemu dengan Sekolah,” kata Joko Jumadi.

Kini kelima siswi SMP yang sempat syok karena dikeluarkan dari sekolah telah mendapat pendampingan psikologis dari LPA NTB.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Madiunpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom