Bikin Resah, 4 Pelaku Teror Lempar Batu ke Truk Dan Mobil Di Klaten Ditangkap

Polisi menangkap empat orang, tiga di antaranya ABG, pelaku teror lempar batu ke mobil dan truk yang meresahkan di jalanan Klaten.

 Ilustrasi kaca mobil pecah dilempar batu. (Solopos/Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kaca mobil pecah dilempar batu. (Solopos/Dok)

Solopos.com, KLATEN — Jajaran Polres Klaten berhasil menangkap empat orang anggota komplotan pelaku teror lempar batu ke kaca truk dan mobil yang bikin resah para pengendara beberapa waktu terakhir.

Empat orang pelaku itu kini sudah ditetapkan menjadi tersangka dan terus diperiksa intensif. “Untuk sementara kami amankan empat orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan seperti diberitakan detikcom, Minggu (25/7/2021).

Andriansyah mengatakan empat pelaku teror lempar batu ke kaca truk dan mobil di Klaten yang tertangkap itu, tiga di antaranya masih di bawah umur. Sedangkan satu orang lainnya sudah dewasa.

Baca Juga: Mulai Besok! OTG Asal Klaten Dibawa ke Tempat Isolasi Terpusat Kabupaten

Tiga anak di bawah umur, penanganan kasusnya secara diversi atau penyelesaian di luar peradilan pidana dengan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Ketiganya tidak ditahan.

“Yang dewasa kami tahan. Sedangkan tiga orang yang anak di bawah umur kami kembalikan ke orang tua dulu dan Bapas yang melakukan penelitian,” sambung Andriansyah.

Baca Juga: Bertambah Lagi, Total 138 Pasien Covid-19 Klaten Dibawa ke Asrama Haji Donohudan

Motif Pelaku Iseng

Andrianyah menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan, keempat tersangka yang merupakan warga Klaten tidak hanya beraksi di satu lokasi. Mereka juga melakukan perusakan di beberapa lokasi. “Termasuk beberapa kejadian sebelumnya baik truk, mobil sedan, dan truk tangki,” sambung Andriansyah.

Mengenai motif pelaku melakukan teror lempar batu ke truk dan mobil yang melintas di jalanan Klaten, Andriansyah mengatakan mereka mengaku hanya iseng.

Baca Juga: Nostalgia, Para Atlet Desa Bonyokan Klaten Serasa Nyarter Pesawat ke PON Kalimantan 2008

Meski begitu, Andriansyah mengatakan perbuatan mereka dinilai telah meresahkan. Polisi pun memastikan kasus ini akan terus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Namanya remaja, mungkin iseng, ngerjain. Tapi itu bagi kita perbuatan yang sudah meresahkan dan harus ditindak,” lanjut Andriansyah.

Baca Juga: Lika-Liku Penjemputan Warga Positif Covid-19 di Klaten: Pakai 3 Pendekatan untuk Picu Kesadaran

Andriansyah menerangkan para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang perusakan barang. Ancaman hukumannya sampai lima tahun penjara.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkab Sukoharjo Jamin Sekolah Gratis dan KIS Keluarga Kartasura Tidur Di Warung Wedangan

Selain tawarkan rusunawa, Pemkab Sukoharjo memberikan jaminan sekolah gratis bagi anak-anak keluarga yang tinggal di kolong meja wedangan Kartasura.

Bed Isolasi RS Covid-19 Solo Mulai Kosong, Sukarelawan Dibebastugaskan

Bed ruang isolasi untuk merawat pasien di RS rujukan Covid-19 Kota Solo sudah jauh menurun bahkan mulai kosong dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Karanganyar: Waspadai Bencana Awal Musim Hujan

BPBD Karanganyar mulai melakukan sosialisasi antisipasi bencana ke masyarakat di kawasan rawan bencana alam.

115 Desa di Boyolali Gelar Vaksinasi Covid-19, Sasar 15.000 orang

Melalui pengoptimalan tim vaksinasi desa, diperkirakan vaksinasi Covid-19 di Boyolali akan selesai di tahun ini.

Pemkot Solo-Kemenperin Kerja Sama Kembangkan AK Tekstil, Gibran: Terpenting Lulusan Terserap Industri

Pemkot Solo bekerja sama dengan Kemenperin dalam pengembangan Akademi Komunitas atau AK Tekstil terutama penyerapan tenaga kerja.

Bioskop Sukoharjo Sudah Kembali Buka, Ini Syarat bagi Pengunjung

Bioskop di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, sudah mulai buka, Kamis (16/9/2021), menyusul turunnya level PPKM dan zona risiko Covid-19.

Gibran Masuk Bursa Pilkada DKI Jakarta, Pengamat Politik Refly Harun: Cek Ombak

Pengamat politik nasional Refly Harun menyebut wacana Gibran maju sebagai cagub pada Pilkada DKI Jakarta hanya untuk cek ombak.

Angka Kesembuhan di Klaten Lebih Tinggi dari Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Tapi...

Angka kesembuhan Covid-19 di Klaten dinilai jauh berada di atas angka terkonfirmasi Covid-19 dalam sehari, Kamis (16/9/2021).

Arisan Online Menjamur di Soloraya, Pengacara Solo Sebut ini Pemicunya

Arisan online marak di Soloraya belakangan ini dan tak sedikit yang akhirnya mbledos, uang member sulit kembali.

3 Warga Sragen Dibekuk Polisi Karanganyar Gara-gara Transaksi Sabu-Sabu

Tiga warga Sragen ditangkap aparat Satnarkoba Polres Karanganyar gara-gara transaksi narkoba jenis sabu-sabu di jalan Solo-Sragen.

Dilaporkan ke Polisi oleh Advokat dan Warga, Begini Tanggapan Bupati Sragen

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dilaporkan oleh empat warga dan 18 advokat ke Polres Sragen, Kamis (16/9/2021).

Dukung Penanganan Covid-19, Telkomsel Serahkan Alat Kesehatan ke Grup 2 Kopassus

Telkomsel kembali menyalurkan bantuan alat medis dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Warga dan 18 Advokat Laporkan Bupati Sragen ke Polisi, Apa Masalahnya?

Sebanyak 18 advokat yang tergabung dalam PBH Peradi Sragen mendampingi empat warga melaporkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada Polres Sragen.

Pergoki Guru di Solo Tak Bermasker saat Sidak, Gibran: Kalau Diulangi, Enggak Usah PTM Saja!

Sejumlah guru tepergok tidak memakai masker di dalam kelas saat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sidak PTM.

Keren, 4 Pemuda Sukoharjo Wakili Jateng di Ajang Esport PON Papua 2021

Empat anak muda asal Sukoharjo yang tergabung dalam Rein Sport bakal mewakili Jateng di ajang eksibisi Esport PON 2021 di Papua.

Aneh! Air Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Mendadak Berwarna Merah

Air saluran irigasi di wilayah Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, mendadak berwarna merah. Warga tak mengetahui sumber penyebab air saluran irigasi memerah itu.