Bikin Penasaran! Wisata Curug Sirawe Batang Tawarkan Pesona Aliran Air Panas dan Dingin Terjun Bersama

Uniknya lagi, curug yang ada di atas ini merupakan curug air panas yang bersuhu tinggi dan satu curug bersuhu sangat dingin.

 Curug Sirawe, Kabupaten Batang (Instagram/@yuliantimuhammad)

SOLOPOS.COM - Curug Sirawe, Kabupaten Batang (Instagram/@yuliantimuhammad)

Solopos.com, BATANG – Berada di Desa Pranten, Kabupaten Batang, atau tepatnya berada di bawah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Curug Sirawe ini sudah banyak dikenal luas oleh para wisatawan yang tidak hanya di Kabupaten Batang saja namun juga dari daerah lain.

Mengutip Antaranews.com, Jumat (17/9/2021), meskipun memiliki panorama yang indah namun lokasi menuju curug ini masih sulit dijangkau. Hal itu karena lokasinya sangat tersembunyi dan medannya masih berupa jalan setapak bebatuan yang licin.

Destinasi tersebut merupakan salah satu curug di Kabupaten Batang yang kondisinya masih asli atau “perawan”. Untuk menuju ke lokasi Curug Sirawe, pengunjung masih harus berjalan menyusuri jalan setapak sejauh sekitar 1 kilometer dari permukiman warga.

Baca Juga: Sudah Punya 20, Kota Semarang Bakal Ketambahan 4 Rumah Sakit Anyar, Mana Saja?

Kendati demikian, pengunjung seakan tidak merasa lelah dan penat setelah sampai ke Curug Sirawe itu. Pasalnya, sepanjang perjalanan yang dilalui, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan hutan lindung dan hamparan kebun sayur di lereng bukit.

Penamaan Curug Sirawe ini diambil dari kata “rawe” yang artinya banyak siwiran atau seperti kain yang terdapat roncenya. Hal itulah mengapa Curug Sirawe terbagi menjadi tiga curug yang lokasinya saling berdekatan.

Dua curug berukuran lebih kecil berada di atas dan satu curug berukuran lebih besar berada di dasar lembah. Uniknya lagi, curug yang ada di atas ini merupakan curug air panas yang bersuhu tinggi dan satu curug bersuhu sangat dingin.

Baca Juga: Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang Kini Jadi Perkantoran, Ini Lokasinya!

Curug Sirawe berada pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan air laut (mdpl) konon sempat sebagai tempat persinggahan para dewa, termasuk pengambilan bebatuan untuk bangunan candi di Dieng.

Mulanya, Curug Sirawe ini dimanfaatkan sebagai tempat istirahat dan mandi oleh para pencari kayu atau pencari madu hutan. Namun sejak keberadaannya diketahui memiliki pesona yang indah dan sejuk sehingga menjadi daya tarik para petualang.

Potensi Curug Sirawe yang dikelilingi oleh lembah dan perbukitan itu, serta hamparan tanaman sayuran jenis kentang, wortel, dan kol ini makin menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata tersebut. Saat ini, objek wisata Curug Sirawe sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan khususnya para pencinta alam atau petualang.


Berita Terkait

Berita Terkini

Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Berbelanja di Pasar Sawahan Ungaran tidak menggunakan uang, tetapi balok kecil. Seru banget hlo.

Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Roti ganjel rel merupakan kuliner unik dan langka khas Semarang yang resepnya warisan dari zaman Belanda.

Mantap! Vaksinasi Pelajar di Kota Semarang Sudah Capai Target

Capaian vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar atau remaja 12-17 tahun di Kota Semarang sudah memenuhi target yang ditetapkan.

Pemprov Jateng Ajak UMKM Bertahan di Masa Pandemi Lewat Pelatihan

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jateng mengajak UMKM bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan menyelenggarakan pelatihan untuk 30 pelaku UMKM di sekitar proyek tol Semarang-Demak.

Perempuan Asal Semarang Tertabrak KA Barang di Grobogan

Seorang perempuan meninggal tertabrak KA barang jurusan Surabaya – Jakarta di jalur rel kereta api di Desa Mojoagung, Karangrayung, Grobogan.

Dibawa dari Aceh, 19,3 Kg Ganja Disita BNN di Magelang

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pengedar narkoba yang membawa 19,3 kg ganja di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Angin Puting Beliung Terjang 4 Desa di Kudus, Ratusan Rumah Warga Rusak

Ratusan rumah warga di empat desa di Kabupaten Kudus mengalami kerusakan setelah diterjang bencana angin puting beliung.

Longsor Timpa Rumah Warga di Banjarnegara, Bocah Usia 3 Tahun Meninggal

Bencana tanah longsor melanda permukiman di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), menyebabkan seorang bocah berusia 3 tahun meninggal dunia.

Viral, Guru di Pekalongan Diduga Pukul Kepala dan Dada Siswa 10 Kali

Guru SMP di Pekalongan diduga memukuli siswa hingga 10 kali di bagian kepala depan, belakang, dan dada karena dianggap tak tertib dan membuat kegaduhan.

Mulai 24 Oktober, Bandara Ahmad Yani Izinkan Anak 12 Tahun ke Bawah

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) akan mengizinkan anak 12 tahun ke bawah melakukan perjalanan.

Kena PHK Imbas Pandemi, Pria di Kendal Raup Untung dari Bisnis Tanaman

Kisah inspiratif kali ini dibagikan seorang pria di Kendal yang sukses menekuni bisnis tanaman setelah terkena PHK imbas pandemi Covid-19.

Jadi Korban Pinjol Ilegal? Ini Cara Lapor ke Polda Jateng

Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng meminta masyarakat yang jadi korban teror pinjol ilegal tak ragu lapor ke polisi.

Kisah Misteri Pabrik Karet Mijen, Ada Kuntilanak - Kelabang Raksasa

Pabrik karet di Mijen, Semarang, menyimpan kisah misteri dengan penampakan sosok hantu kuntilanak hingga kelabang raksasa.

Buntut Video Viral, Orangtua Siswa di Pekalongan Polisikan Guru

Orangtua siswa di salah satu SMP di Kabupaten Pekalongan melaporkan seorang guru ke polisi buntut video viral di media sosial.

Jepara Masih PPKM Level 3, Ini Penyebabnya

Kabupaten Jepara hingga kini masih berstatus PPKM Level 3 sesuai Instruksi Mendagri terbaru.

Semarang Level 1, Ini Pesan Wali Kota Hendi ke Warga

Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu daerah yang masuk level 1 dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali.